Suara.com - Kota Jakarta menempati posisi ke-10 sebagai kota dengan polusi udara tinggi di dunia selama 2021. Sementara untuk Indonesia, berada di urutan ke-17 sebagai negara dengan tingkat polusi udara tinggi.
Polusi udara yang tinggi di Jakarta diperkirakan telah menyebabkan 3.700 kematian warga hingga 2021 dan potensi kerugiannya mencapai USD960 juta atau sekitar Rp14,4 triliun (kurs Rp15.000 per dolar AS).
Kondisi ini pun jadi sorotan pemerintah, dalam hal ini Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ia mengungkapkan, isu polusi udara merupakan permasalahan seluruh masyarakat karena dapat berpengaruh terhadap penyakit pernapasan.
Salah satu penyebab penyakit yang bebannya paling tinggi di Indonesia, yakni penyakit respiratorik atau penyakit gangguan pernapasan.
“Oleh karena itu, pendidikan agar masyarakat Indonesia tetap sehat terutama bebas dari gangguan penyakit pernapasan itu sangat baik, karena buat kami lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Budi dalam keterangannya usai acara film dokumenter SENGAL terkait polusi udara pada Kamis (8/12/2022).
Permasalahan polusi udara, lanjut Budi, tidak akan selesai kalau hanya dilakukan oleh pemerintah, sehingga perlu kerja sama dan kontribusi dari seluruh pihak mulai dari stakeholder pemerintahan sampai masyarakat luas.
“Ini nggak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama. Nggak bisa dilakukan secara eksklusif, harus inklusif. Nggak bisa dilakukan dalam bentuk program pemerintah tapi harus dalam bentuk gerakan masyarakat,” lanjut Budi.
Menurutnya, masyarakat perlu diedukasi bahwa polusi udara bisa menyebabkan penyakit pernapasan karena sudah banyak sekali masyarakat yang masuk rumah sakit dan mendatangi dokter karena penyakit pernapasan yang termasuk lima besar penyakit yang bebannya paling tinggi di Indonesia, selain jantung, stroke dan kanker.
“Saya merasa seharusnya lebih banyak lagi film-film seperti ini, edukasi-edukasi seperti ini, yang bisa menyadarkan masyarakat bahwa polusi udara itu sangat besar dampaknya bagi kesehatan kita,” ungkap Budi.
Baca Juga: Pemprov DKI Gencarkan Deteksi Dini Warga Sakit Akibat Polusi Udara Hingga Tingkat RW
Bagi Budi, keberadaan organisasi masyarakat seperti Bicara Udara yang fokus dalam menyuarakan isu terkait kualitas udara di Indonesia pun sangat diperlukan sebagai modal sosial yang luar biasa dari masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan Indonesia.
“Sehingga seluruh bangsa Indonesia, masyarakat Indonesia, bisa bergerak bersama-sama mengatasi masalah ini,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan