Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengungkap cerita pertama kali dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Budiman menyebutkan bahwa dia pertama kali bertemu dengan Jokowi saat akan menyalonkan diri sebagai Wali Kota Solo. Pertemuan mereka bermula di sebuah bus.
Kala itu Budiman menyebutkan bahwa dia diminta untuk membantu suksesi Wali Kota Solo oleh PDIP. Dia diminta untuk membantu Jokowi dalam kontestasi daerah tersebut.
"Saya diminta oleh partai untuk membantu seorang calon yang sudah diputuskan oleh PDI Perjuangan, namanya Jokowi, awalnya kok aneh, oh namanya Joko Widodo tapi dipanggil Jokowi, saya belum tahu wajahnya seperti apa," ujar Budiman dalam perbincangannya di kanal YouTube Seword TV.
Mendapat utusan partai, Budiman kemudian berangkat ke Solo dengan menggunakan pesawat dari Jakarta.
"Tapi dari terminal ke pesawatnya naik bus, di bus semua kenal saya di situ ada dua orang duduk, satu saya kenal namanya Pak FX Rudyatmo," ungkap Budiman.
"Sebelahnya ada orang duduk senyam-senyum, semua orang di bus nyapa saya dan di bus itu tidak ada yang nyapa orang itu. Saya senyum, pak FX bilang lah ini Pak Jokowi," imbuhnya.
Mengetahui orang yang disebalah FX Rudyatmo adalah sosok yang disebut Jokowi, Budiman langsung bersalaman dan bersapa untuk bertemu di Solo.
Budiman menyebutkan bahwa di bus yang ia tumpangi itu tak ada satupun yang menyapa Jokowi.
Baca Juga: Sudah Diundang Tapi Tak Datang, Rizal Ramli Malah Nyindir Pedas Nikahan Kaesang
"Di bus itu tak ada satu orang pun menyapa Jokowi, apa hikmah dari itu? membuat seseorang menjadi tidak terkenal menjadi terkenal itu soal momentum, momentum sejarah," ungkap Budiman.
"Itu momentum sejarah Pak Jokowi, itu semesta bergerak dengan cara unik, peristiwa di bus itu menjelaskan bagaimana popularitas bergerak, tapi sejarah dan alam memang berpihak pada mereka yang punya ketulusan," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!