Suara.com - Putri Candrawathi mengaku sakit ketika berada di Magelang, Jawa Tengah pada 4 Juli 2022 silam. Saat momen itu, almarhum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat hendak membopong Putri ke dalam kamar -- yang kemudian tindakan itu langsung mendapat teguran dari terdakwa Kuat Maruf.
Kepada majelis hakim, Putri kerap dilanda penyakit pusing sejak 2011. Waktu itu, dia pernah jatuh dan mengalami cedera pada bagian punggung.
"Saya suka pusing karena sejak tahun 2011, saya pernah jatuh dan ada sedikit cedera di bagian punggung saya," kata Putri ketika menjadi saksi di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).
"Saudara pernah berobat mengenai sakit yang saudara derita?" tanya hakim.
"Sudah, Yang mulia," jawab Putri.
"Apa kata dokter?" cecar hakim.
"Saya waktu itu karena cedera ada sedikit cedera di tulang punggung, saya juga punya gerd, dan HB saya suka rendah jadi saya suka pusing," beber Putri.
Hakim lantas mengofirmasi, apakah keluhan penyait itu terjadi pada 4 Juli 2022. Hal itu kemudian dibenarkan oleh Putri yang menyebut dirinya agak pusing karena kelelahan.
"Dan pada tanggal 4 (Juli 2022) muncul keluhan tersebut?" tanya hakim.
Baca Juga: Putri Candrawathi Menangis Usai Cerita Kejadian di Magelang, Pengacara: Dia Pasti Trauma
"Saya agak pusing krena saya mungkin capek dan juga saya ingar anak saya yang nomor tiga karena baru pertama kali anak saya ini masuk asrama dan dia perempuan," beber Putri.
"Tetapi tanggal 4 (Juli 2022) tidak ada masalah? Kapan saudara sembuhnya? Apa saudara minum obat?" cecar hakim.
"Saya biasanya minum obat sendiri karena sudah dibekali dokter," jawab Putri.
"Saudara katakan bahwa waktu itu sakit dan Yosua coba angkat saudara, tapi saudara larang di samping Richard juga mau bantu Yosua tapi dilarang dan saudara saat itu ngomong sama Kuat, gitu kan?" papar hakim.
"Iya," jawab Putri.
Putri lantas bisa terbangun ketika Susi, pekerja rumah tangga (PRT) yang bekerja untuk keluarganya, membikinkan wedhang jahe. Setelah merasa enak, Putri lantas dibantu Kuat untuk naik ke lantai atas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal