Suara.com - Konflik pembangunan Masjid Margonda yang berpotensi merelokasi SDN Pondok Cina 1, Kota Depok, Jawa Barat terus memanas.
Upaya eksekusi yang dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny sempat diwarnai cekcok dengan para orang tua siswa.
Bahkan terdapat satu pernyataan Lienda yang kemudian sangat disorot publik, yakni SDN Pocin 1 yang harus digusur karena sudah menjadi aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ibu-ibu, gedung ini ekarang dalam proses penghapusan aset. Kenapa harus dihapus? Karena tanah ini sudah bukan tanah Pemkot Depok," ujar Lienda, dikutip Suara.com dari akun Twitter @sigitwid, Senin (12/12/2022).
"(Tanah ini) sudah diserahkan ke Provinsi Jawa Barat dan peruntukannya sudah beralih fungsi dari peruntukan sekolah," sambungnya.
Pernyataan ini jelas menjadi sorotan karena orang tua siswa SDN Pocin 1 masih menolak relokasi anak-anak mereka.
Bahkan sebelumnya Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, sudah menegaskan agar Pemkot Depok menyelesaikan semua urusan alih fungsi lahan hingga semua pihak bisa menerima.
"Jika lahan memang belum clean and clear untuk alih fungsi sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu. Sampai semua pihak menerima. Jika tidak, maka niat membangun masjid bisa pindah lokasi atau bisa juga tidak jadi dibangun atau dibatalkan," tegas Ridwan Kamil lewat Twitter-nya, 17 November 2022.
Lienda Ratnanurdianny Diduga Pernah Terima Suap dari Bandar Miras
Upaya eksekusi SDN Pondok Cina 1 ini tak pelak membuat sosok sang Kasatpol PP Kota Depok turut menyita atensi, . Salah satu yang sangat disorot adalah rekam jejak Lienda Ratnanurdianny yang pernah diduga menerima suap dari bandar minuman keras.
Masalah itu berbuntut cukup panjang, sebab Lienda kemudian melaporkan pihak penuduhnya ke polisi.
Mengutip metro.tempo.co, awal tahun 2020 lalu, Lienda pernah melaporkan seorang warganet pengguna Facebook karena ia tidak terima disebut menerima suap dari pemilik toko minuman keras.
"Kabarnya Linda Kasatpol PP dapat setoran dari bandar miras samping Pemkot Depok, karena hingga kini nggak mampu tutup kios miras tersebut," begitulah status yang diunggah seorang pemilik Facebook.
Tudingan inilah yang seketika dibantah oleh Lienda. Bahkan bukan hanya itu, Lienda juga melaporkan pemilik akun Facebook itu kepada pihak berwajib.
"Hal itu tentunya mengganggu saya selaku pribadi dan institusi karena selama ini saya merasa tidak pernah mendapat setoran dari manapun, terkait apapun, kalau itu untuk melanggar, dan itu memang tak pernah kami lakukan," tegas Lienda di Polres Depok, 2 Januari 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi