Suara.com - Sosok Iptu Umbaran Wibowo tengah ramai jadi sorotan publik, khususnya di media sosial. Betapa tidak, orang-orang yang mengenalnya selama ini tahu ia adalah seorang jurnalis atau wartawan.
Diketahui, sosok Umbaran Wibowo bikin heboh ketika tiba-tiba ia diangkat menjadi Kapolsek Kradenan, Blora, Jawa Tengah. Proses pelantikan berlangsung pada Senin (11/12/2022) lalu di Mapolres Blora.
Menyitat laman NTMC Polri, Kamis (15/12/2022), Umbaran mengakui dirinya memang sempat menjadi kontributor untuk TVRI selama 14 tahun. Ia menyebut, kiprahnya di dunia jurnalistik adalah murni bagian dari tugas dan perintah pimpinan.
"Mutasi itu wajar untuk penyegaran dan mendongkrak kinerja anggota. Terkait saya dulu pernah aktif di jurnalistik, itu adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan perintah pimpinan," ujarnya Iptu Umbaran dikutip dari laman resmi NTMC Polri.
Lulusan Hukum UNS, Pernah Jadi Penyelenggara Pilkades
Masih menurut laman resmi NTMC Polri, Iptu Umbaran sudah menjadi kontributor TVRI selama 14 tahun, yakni sejak tahun 2010. Di kepolisian, ia diketahui berasal dari Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam) Polri.
Dia menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Negeri Semarang.
Bahkan Umbaran pernah menjadi ketua panitia turnamen futsal lintas wartawan di Blora. Dia juga pernah terlibat dalam penyelenggara pilkades di Desa Tutup, Blora.
Saat bertugas sebagai wartawan, Umbaran bahkan ikut uji kompetensi yang diadakan Dewan Pers dan lulus sebagai wartawan madya.
Baca Juga: Iptu Umbaran Buka Suara Usai 14 Tahun Nyamar Jadi Wartawan: Bagian Dari Tugas Dan Perintah Pimpinan
Selain itu, Umbaran juga dikenal sebagai pecinta bonsai di Blora yang juga menjabat Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Blora. Dia pernah memamerkan koleksi bonsainya dalam sebuah liputan.
Tag
Berita Terkait
-
Iptu Umbaran Buka Suara Usai 14 Tahun Nyamar Jadi Wartawan: Bagian Dari Tugas Dan Perintah Pimpinan
-
Negara Otoriter! Polisi Nyamar 14 Tahun Jadi Wartawan dan Menjadi Kapolsek di Blora, Jawa Tengah
-
Dewan Pers Sayangkan Ada Polisi Nyamar Jadi Wartawan, Mabes Polri Buka Suara Soal Status Iptu Umbaran
-
14 Tahun Nyamar Jadi Wartawan, Benarkah Iptu Umbaran Batal Jadi Kapolsek?
-
Profil Iptu Umbaran Wibowo: Intel Nyamar Wartawan 14 Tahun, Kini Jadi Kapolsek di Blora
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya