Suara.com - Panda Nababan belum lama ini viral karena membandingkan pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dengan putri Hary Tanoe. Menurutnya, pernikahan Kaesang meski terkesan mewah dan akbar tapi masih kalah dibanding pesta anak Hary Tanoe yang super mewah.
Selain itu Panda Nababan juga disorot karena membongkar ada ketegangan antara Jokowi dengan ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh. Bahkan Panda Nababan mengatakan jika Jokowi pernah mengalah karena diancam oleh Surya Paloh. Dikenal vokal, simak profil Panda Nababan berikut ini.
Profil Panda Nababan
Pandapotan Maruli Asi Nababan atau lebih dikenal dengan nama Panda Nababan lahir pada 13 Februari 1944 yang berarti kini usianya 78 tahun. Ia adalah seorang wartawan senior Indonesia sekaligus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).
Panda Nababan merupakan saudara dari S.A.E. Nababan, seorang pendeta sekaligus tokoh gereja di Indonesia. Ia juga adalah saudara dari Asmara Nababan, aktivis hak asasi manusia, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 serta Ketua Dewan Pengurus Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Panda Nababan adalah ayah dari pembawa acara berita kondang, Putra Nababan.
Karier Politik Panda Nababan
Bakat politik Panda Nababan telah terlihat sejak jadi mahasiswa lewat keaktifannya dalam beberapa kegiatan organisasi. Ia tercatat pernah menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 1963.
Bersamaan dengan itu, Panda Nababan juga menjabat sebagai ketua Departemen Organisasi dari Gerakan Mahasiswa Bung Karno di Jakarta tahun 1963-1966. Setelah jadi wartawan, Nababan juga aktif menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1970 - 1975.
Karier politik Panda Nababan dimulai pada tahun 1993. Ketika itu ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi konflik internal dalam PDI, Panda Nababan pindah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Bersama PDI-P, ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk Komisi III, komisi yang menangani bidang hukum, hak asasi manusia dan keamanan.
Baca Juga: Syok Cuma Disuguhi Jokowi Jeruk dan Kue Beku di Istana, Panda Nababan: Dinginnya Setengah Mati
Kemudian pada tahun 2011, Panda Nababan jadi terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia mendapat hukuman 17 bulan penjara dan denda sebesar 150 juta rupiah subsider 3 bulan bersama tiga politisi PDI-P lainnya yakni Engelina Pattiasina, M. Iqbal dan Budiningsih.
Pada Mei 2012 Panda Nababan dinyatakan bebas bersyarat. Ia berencana mengajukan Peninjauan Kembali terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung karena masih belum bisa menerima putusan hakim. Akibat kasus ini, Panda Nababan mengundurkan diri sebagai anggota DPR tapi tetap merupakan kader PDIP.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Dicium Cewek Cantik tapi Bukan Erina, Kaesang Ngambek sampai Lakukan Ini
-
Diam-Diam Gibran Lebih Selengean dari Kaesang, Ketahuan Naik Sepeda Anak di Depan Jokowi
-
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan ke-30 di Nganjuk
-
Gotong Keranda Berisi 'Pocong' Bergambar Muka Jokowi, BEM SI Penolak KUHP Baru: Simbol Matinya Demokrasi!
-
Tajam ke Anies Tumpul ke Jokowi, Bawaslu Diminta Diam Saja: Bisa Picu Kecurangan Pemilu
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek