Suara.com - Tahukah kalian bagaimana sejarah Colomadu? Salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar ini menjadi sorotan setelah tersiar berita lokasi bakal rumah dari negara untuk Jokowi.
Kabar Joko Widodo (Jokowi) akan diberi rumah dari negara selepas masa jabatannya sebagai presiden terus ramai dibahas. Jokowi disebut telah memilih sebidang tanah di daerah Colomadu, Jawa Tengah menjadi rumah pensiunan presiden pun telah dikonfirmasi.
Sejarah Colomadu
Terlepas dari kabar rumah negara untuk Jokowi ini, sejarah Colomadu itu sendiri menarik untuk ditelusuri. Pasalnya, wilayah kecamatan Colomadu tidak berdekatan dengan 16 kecamatan lain yang tergabung di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sehingga secara geografis, Colomadu termasuk jenis wilayah eksklave. Hal ini disebabkan dahulu sebelum Indonesia merdeka, Colomadu termasuk dalam wilayah pemerintahan Mangkunegaran.
Dulunya, Colomadu bernama Malangjiwan. Setelah Indonesia merdeka, Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta memilih menyatukan wilayah dengan negara ini.
Daerah Malangjiwan pun diganti nama menjadi Colomadu (Tjolomadoe) karena ada pabrik gula terbesar di sana saat itu. Kekinian, memang pabrik gula ini sudah tidak beroperasi dan dijadikan museum serta lokasi berbagai acara pertunjukan dan venue event.
Arti Colomadu
Makna nama Colomadu itu sendiri tak bisa lepas dari pabrik gula yang ada di daerah tersebut.
Dikutip dari situs resmi Puro Mangkunegaran, pabrik gula ini dibangun oleh KGPAA Mangkunagoro IV (1853-1881) pada hari Minggu tanggal 8 Desember 1861 di Desa Malangjiwan.
Baca Juga: Jawaban Kocak Gibran Soal Jokowi Lebih Pilih Rumah di Colomadu Ketimbang IKN: Cari 'Lawuh' Gampang
Mangkunagoro IV melihat peluang emas dari industri perkebunan tebu. Sebab gula adalah komoditi ekspor yang sedang naik daun.
Nama Colomadu dipilih Mangkunagoro IV karena artinya gunung madu. Nama itu mengandung makna harapan agar kehadiran pabrik gula menjadi simpanan kekayaan dalam bentuk gula pasir yang menyerupai gunung.
Saat itu, Mangkunagoro IV mengeluarkan biaya f400.000 untuk membangun Pabrik Gula Colomadu. Ia pun mendatangkan mesin dan peralatan produksi gula langsung dari Eropa.
Alhasil, panen pertama tahun 1863 cukup fantastis, dari 135 bahu sawah yang ditanami tebu menghasilkan 6.000 pikul gula. Hasil ini setara rata-rata produksi gula per pikul di Jawa.
Bahkan Pabrik Gula Colomadu menjadi sumber pemasukan besar bagi Puro Mangkunegaran dan menjadikan Mangkunagoro IV sebagai pengusaha pribumi terkaya saat itu.
Lalu tahun 1871, Mangkunagoro IV membuka Pabrik Gula Tasikmadu yang lokasinya tidak jauh dari Colomadu. Tujuannya, agar produksi gula tidak hanya bertopang di Colomadu saja.
Berita Terkait
-
Jawaban Kocak Gibran Soal Jokowi Lebih Pilih Rumah di Colomadu Ketimbang IKN: Cari 'Lawuh' Gampang
-
Presiden Jokowi Pilih Colomadu untuk Lokasi Rumah Pemberian Negara, Dokter Tifa: Enggak IKN Aja To Pak?
-
Jokowi Disebut Bakal Dapat Rumah di Colomadu, Gibran: Kalau Lapar Gampang, Tinggal Cari di Taman Sari
-
Sempat Ditolak Presiden Jokowi, Sri Mulyani Pastikan Hadiah Rumah di Colomadu Tidak Kontroversial
-
Jokowi Disebut Bakal Dapat Rumah di Colomadu dari Negara, Dokter Tifa: Kok Enggak di IKN Aja?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Habib Rizieq Syihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Geger Kasus Amsal Sitepu, DPR akan Panggil Kajari Karo, Singgung Ada Perlawanan dari APH Kotor
-
'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat
-
Indonesia Mengutuk Keras UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina oleh Israel
-
Amsal Divonis Bebas, Kajari dan Kasipidsus Karo Langsung Diperiksa Kajati
-
7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor
-
Amsal Sitepu Akhirnya Bebas, DPR: Hakim Gali Rasa Keadilan Masyarakat Terhadap Kerja Kreatif
-
Amsal Sitepu Akhirnya Divonis Bebas, DPR Ingatkan Kejaksaan: Jangan Mudah Mengkriminalisasi
-
Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel
-
Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global