Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dilaporkan berpeluang mengunjungi Nagasaki tahun depan sekaligus menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi kota di Jepang tersebut.
Pihak terkait dari Jepang dan AS dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan kunjungan Presiden Biden ke Nagasaski pada Mei 2023 saat dirinya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (KTT G7) di Hiroshima.
Jika terwujud, Biden akan menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi kota di barat daya Jepang itu, yang dihantam bom atom oleh Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.
Sumber menyebut Perdana Menteri Fumio Kishida kemungkinan akan menemani Biden dalam kunjungannya ke Nagasaki sebelum atau sesudah KTT G7.
Jepang akan menjadi tuan rumah KTT G7, yang diadakan pada 19–21 Mei, dan PM Kishida merupakan politikus Jepang yang mewakili daerah pemilihan di Hiroshima, yang juga menjadi target serangan bom atom AS pada Agustus 1945.
Pada 2016, Hiroshima mendapat kunjungan bersejarah oleh mantan presiden AS, Barack Obama, pada KTT G7 sebelumnya di Jepang.
Saat itu, Kishida sebagai menteri luar ngeri ikut mengunjungi Hiroshima bersama Obama dan PM Jepang saat itu, Shinzo Abe.
Kishida berharap dia dan Biden dapat mengirimkan pesan tentang ancaman senjata nuklir kepada dunia dari dua kota Jepang yang dibom atom, kata sumber itu, terlebih kini terdapat kekhawatiran yang berkembang mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Ukraina oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Jika terwujud, Biden kemungkinan akan berkunjung ke Taman Perdamaian yang terletak di dekat pusat ledakan bom atom. Ia juga direncanakan mengunjungi Katedral Urakami, yakni sebuah gereja Katolik yang dibangun kembali setelah dihancurkan oleh bom.
Ketika Obama mengunjungi Hiroshima, dia menyampaikan pidato dan bertemu dengan perwakilan korban selamat bom atom (hibakusha) di Taman Peringatan Perdamaian di kota yang terletak di bagian barat Jepang itu.
Tokyo dan Washington akan memutuskan apakah perjalanan Biden ke Nagasaki dapat dilakukan setelah mempertimbangkan dengan cermat kesiapan pemerintah daerah untuk menerima pejabat asing dan pendapat penduduk setempat, termasuk hibakusha. [Antara/Kyodo-OANA]
Berita Terkait
-
Mengenal 3 Fakta Pulau Okunoshima, Pulau Kelinci yang Misterius di Jepang
-
Wow! Salju Lebat di Jepang, Pengendara Telantar Mobilnya Sampai Mirip Bongkahan Es
-
Artis Jepang Yurina Hirate Resmi Bergabung dalam Label Baru Bentukan HYBE
-
4 Negara dengan Catatan Terbaik di Piala Dunia 2022, Ada Wakil Benua Asia!
-
Perdana Menteri Jepang Dukung Uni Afrika Jadi Anggota G20
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pemerintah Kecam Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus, Tegaskan Kasus Harus Diusut Tuntas
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei