Suara.com - Partai Nasional Demokrat (NasDem) disebut bakal mengadakan pertemuan dengan mantan Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa usai pensiun.
Andika Perkasa sempat masuk dalam bursa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) partai biru tersebut.
"Ya abis mungkin inilah ya, habis tahun baru lah nanti gimana ngobrol dengan Pak Andika," kata Ketua DPP Nasdem Willy Aditya seperti dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com.
Lebih lanjut, Willy juga mengklaim bahwa Andika memiliki tempat khusus bagi Partai NasDem.
"Pak Andika punya tempat spesial bagi kami dan tentu untuk berjuang di politik, karena Pak Andika sudah purna tugas dan itu lebih terbuka," imbuhnya.
Diketahui bahwa pada Rakernas NasDem Juli lalu, Andika masuk dalam kandidat bacapres Partai NasDem bersama Anies Baswedan.
Andika juga sering kali disebut-sebut sebagai cawapres Anies selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heriyawan.
Andika Lebih Untungkan Anies Ketimbang AHY
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menyebutkan bahwa Anies bakal lebih diuntungkan jika berpasangan dengan Andika ketimbang AHY.
Baca Juga: NasDem Ungkap Spesialnya Andika Perkasa Bagi NasDem, Kode Jadi Cawapres Anies?
"Dulu ada yang nyebut AHY karena paket komplit punya Partai Demokrat dan elektabilitas, tapi AHY enggak bisa menutup celah yang dimiliki Anies, terutama penetrasi di Jawa Timur atau Jawa Tengah, kalau memunculkan AHY tidak menambah apapun," ungkap Adi dalam perbincangan di Kanal YouTube Total Politik.
"Partainya dibutuhkan tapi enggak AHY," tambahnya.
Berbeda dengan Anies, Andika bisa mengkonsolidasi kelompok-kelompok minoritas. Basis Andika yang merupakan seorang mualaf juga bisa menutupi kekurangan Anies.
"Kelompok minoritas ini chemistry ke pak andika kuat, terutama kelompok minoritas dan Indonesia bagian timur," ungkap Adi.
Menurut Adi, Anies sendiri sulit untuk masuk ke basis-basis minoritas yang bisa dijangkau oleh Andika Perkasa.
"Yang paling mungkin sebagai Panglima TNI, jejaring sebagai panglima ini tentu tidak bisa dinafikan, ini bisa menutup celah yang tak dimiliki Anies, Anies tak lagi dikaitkan dengan petamburan saja tapi juga tokoh nasionalis," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi