Suara.com - Konon Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah diancam oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Cerita itu dikisahkan oleh jurnalis senior yang juga politikus PDIP, Panda Nababan.
Panda memang kerap membagikan kisah-kisah para petinggi negara yang tak banyak orang awam tahu. Momen Jokowi diancam Surya Paloh ia ceritakan pada tayangan kanal YouTube saat menjadi tamu siniar Total Politik.
Momen itu terjadi sekitar 2016-2017 saat Presiden Jokowi hendak mencopot kader Partai NasDem M Prasetyo dari jabatan jaksa agung. Panda mengaku kisah itu ia dapat dari cerita Surya Paloh sendiri.
Panda menyebut bos Media Group itu mengancam akan menarik NasDem dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi jika Prasetyo dicopot dari jaksa agung.
"Waktu Surya Paloh cerita ke saya, saya konfirmasi ke Presiden. Jokowi pun membenarkan cerita itu,” ungkap Panda.
Di sisi lain ada pula cerita, kalau yang ini jelas terekam media. Bagaimana Jokowi memuji Surya Paloh, sampai ia menyebut Surya Paloh adalah kakanda, abang sekaligus sahabat.
"Ketua Umum Partai Nasdem, kakanda saya, abang saya, sahabat dekat saya, yang sering saya curhati dan juga beliau sering curhat ke saya," kata Jokowi saat hadir dalam acara peresmian Nasdem Tower di Jakarta, Selasa (22/2/2022) lalu.
"Dari dulu kami kan romantis. Saya dengan Bang Surya ini selalu romantis," katanya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Paloh juga menyampaikan hal serupa. Dia menyebut, Nasdem akan terus menjadi sahabat Jokowi meski masa kepemimpinannya sebagai presiden berakhir pada 2024.
Baca Juga: Dua Dedengkot Senior Siswono-Enggartiasto Mendadak Tinggalkan Partai, Ada Apa Dengan NasDem?
"Nasdem adalah sahabat bagi pribadinya seorang Jokowi. Arti seorang sahabat, berulang kali saya katakan, adalah bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada," ucap Paloh.
Ia juga tak segan melempar puja-puji ke Jokowi. Dia mengaku mendukung Jokowi tanpa syarat pada dua kali pilpres.
"Jadi tidak salah, tepat sekali sejak awal kita menyatakan mendukung Presiden Jokowi tanpa syarat," katanya.
Ya, kisah perjalanan Jokowi-Surya Paloh memang sudah lama terjalin. Sejak mantan Wali Kota Solo itu diusung sebagai Capres di Pilpres 2014, NasDem jadi salah satu partai yang setia mendukung. Pun ketika di periode kedua Jokowi di Pemilu 2019.
Namun sudah mahfum, namanya sahabat bahkan saudara kakak adik sekalipun, biasanya diselingi friksi atau ribut-ribut.
Mendekati paruh kedua Jokowi sebagai Presiden di periode keduanya, hubungan keduanya secara kasat mata memang tengah renggang. Bila sebelumnya saling memuji, kini mereka saling diam tanpa sapa.
HUT NasDem Tanpa Jokowi
Bila tahun-tahun sebelumnya Jokowi selalu hadir di tiap acara HUT Partai NasDem, acara tahun ini sang presiden tak muncul. Jangankan datang, ucapan pun tak terlontar.
Momen HUT NasDem yang digelar di JCC Senayan, Jakarta pada Jumat (11/11/2022) lalu memang terasa berbeda. Tak ada sosok Jokowi di sana. Hal itu juga diakui oleh Surya Paloh, bahkan ia menyebut Presiden belum memberikan ucapan.
Sempat beredar kabar, Jokowi bakal mengirimkan ucapan lewat video, namun hingga hari H tiba, entah videonya macet atau apa, faktanya memang tak ada ucapan apa-apa dari Jokowi.
Meski tak dihadiri sang 'adik', Surya Paloh tetap memberikan penghormatan kepada Jokowi. Ia tetap berharap persahabatannya terus terjaga.
"Presiden Jokowi secara personal adalah seorang sahabat yang saya tetap harapkan konsisten di dalam menjaga terminologi arti sesungguhnya dari persahabatan. Persahabatan dalam terminologi yang kita pahami adalah menerima segala kekuarangan dan kelebihan dari seorang sahabat," ujar Surya Paloh saat menanggapi ketidakhadiran Jokowi di acara HUT NasDem.
Surya Paloh lantas mengajak kader-kader NasDem untuk mengedepankan kejujuran. Ia menegaskan Jokowi merupakan presiden dari Partai NasDem.
"Pilihan kita berikan lah jawaban yang jujur. Jawaban yang jujur adalah saya masih beranggap bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi adalah presidennya partai NasDem," ucapnya.
Diduga Imbas Deklarasi Anies
Meski belum ada jawaban pasti, renggangnya hubungan Jokowi-Surya Paloh diduga kuat imbas deklarasi bacapres NasDem, Anies Baswedan.
Beberapa analis juga menyebut, perang dingin antara Jokowi-Paloh mulai muncul saat Presiden berpidato di acara HUT Golkar terkait pengusungan capres.
Dalam pidatonya di HUT Golkar, Jokowi memang sempat menyinggung soal capres dan cawapres. Ia menganalogikan pemilihan presiden dan wakil presiden itu seperti sebuah perusahaan airlines memilih pilot dan co-pilot. Oleh sebab itu, Jokowi meminta dalam memilih calon pemimpin negara ini tidak boleh sembarangan.
"Jangan sembarangan menentukan calon pilot dan co-pilot yang akan dipilih oleh rakyat. Juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden, tapi juga saya titip pesen jangan terlalu lama-lama," kata Jokowi dalam pidatonya di acara HUT ke-58 Golkar digelar di Hall C, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).
"Saya denger-denger dan saya melihat tiap hari itu Pak Airlangga Hartarto itu rangkulan terus dengan Pak Mardiono dari PPP dan Pak Zulkifli Hasan dari PAN. Jangan hanya rangkul-rangkulan terus, tapi saya meyakini sebentar lagi pasti akan segera menentukan, kita tunggu saja," sambungnya.
Isu Reshuffle Menteri NasDem
Imbas 'perang dingin' Jokowi-Surya Paloh tampak makin melebas. Terkini, memasuki akhir 2022, panas isu reshuffle menteri. Yang paling disorot adalah kursi tiga menteri dari NasDem.
Isyarat akan adanya reshuffle kabinet sebelumnya dilontarkan Jokowi saat meresmikan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (23/12/2022).
"Mungkin" ujar Jokowi menjawab pertanyaan awak media seputar adanya hasil survei yang menyebut publik menginginkan ada evaluasi menteri.
Jokowi kembali merespons isu reshuffle tersebut tatkala dicecar awak media saat meresmikan pengembangan Stasiun Manggari Tahap I pada Senin (26/12/2022) lalu. Ia tampak memberikan respons misterius yakni dengan tersenyum dan mengangguk.
"Ya dengar (isu reshuffle)," ujarnya sembari tertawa kecil menjawab pertanyaan wartawan.
Sejumlah awak media kembali bertanya siapa saja menteri yang bakal di-reshuffle kali ini, apakah termasuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya?
Lagi-lagi Jokowi hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan awak media itu.
Namun, saat ditanya soal kisi-kisi reshuffle, Jokowi menjawab dengan bahasa isyarat oke dengan kedua tangannya.
"Cluenya.... Ya udah," ucap Jokowi sembari menggerakan kedua tangannya.
Sebagai informasi, di periode kedua pemerintahannya ini, Jokowi telah melakukan reshuffle sebanyak tiga kali.
Pertama yakni pada 23 Desember 2020 dengan merombak Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, Menteri KKP, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Reshuffle kedua dilakukan pada 28 April 2021. Saat itu Jokowi membentuk kementerian baru dan melebur dua kementerian, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi menjadi Kemendikbudristek. Serta menunjuk Kepala BRIN dan juga Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Lalu reshuffle ketiga pada 15 Juni 2022 yakni merombak Menteri Perdagangan, Menteri ATR/Kepala BPN, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Wakil Mendagri, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Berita Terkait
-
Prof Zubairi Djoerban Bingung Rencana Jokowi Larang Penjualan Rokok Batangan
-
Diajari Ridwan Kamil, Presiden Jokowi Jajal Main Latto-Latto yang sedang Viral
-
Momen Prabowo Bela Jokowi di Hadapan Cak Nun, Akui Ada Kesalahan Pemerintah
-
Al Nahyan Kena 'Body Shaming' Gegara Main Jungkat-jungkit Bareng Sedah Mirah: Berat Banget, Kakaknya Sampai di Atas Terus
-
Natalius Pigai Mengecam Presiden Jokowi yang Mengunjungi Gereja saat Misa: Ini Rumah Allah yang Kudus!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digeladang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru