Suara.com - Viva menegaskan PAN tak khawatir dengan kehadiran Partai Ummat yang dikomandoi eks kader senior mereka Amien Rais
Partai Amanat Nasional atau PAN mengaku tak merasa khawatir dengan kehadiran Partai Ummat sebagai peserta Pemilu 2024. Partai berlambang matahari putih tersebut justru mengajak Partai Ummat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga mengatakan, PAN dengan Partai Ummat memiliki basis massa yang berbeda. Menurutnya, PAN dan Ummat punya masing-masing ceruk suaranya sendiri.
"PAN dan Partai Ummat itu dari perspektif ideologi partainya berbeda. PAN itu nasionalis relijius, sedangkan PU (Ummat) itu Islam. Perbedaan ideologi partai akan menyebabkan adanya perbedaan basis massa partai. Masing-masing memiliki ceruk sendiri, atau basis konstituen sendiri," kata Viva kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).
Viva mengatakan, kalau pun ada irisan, hal itu sangat non signifikan. Bahkan, kata dia, seluruh partai politik di antara Partai Ummat juga ada irisan massa dengan derajat yang variatif.
Adapun di sisi lain, Viva justru mengajak Partai Ummat dalam berkompetesi di Pemilu 2024 mendatang bisa berlomba-lomba dalam kebaikan.
"Dengan konteks ini, PAN mengajak Partai Ummat dan seluruh peserta pemilu 2024 untuk berkompetisi di arena demokrasi sebagai jalan fastabihul khairat, yaitu berlomba-lomba untuk membawa kebaikan bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat, kemajuan bangsa, dan keutuhan negara," tuturnya.
Lebih lanjut, Viva menyampaikan, bahwa PAN siap menyongsong Pemilu 2024. Menurutnya, kekinian mesin partai melalui struktur organisasi sudah bergerak, saksi sedang melakukan pelatihan.
"Banyak bakal Caleg potensial mengisi setiap dapil, dan semakin tingginya soliditas pengurus dan kader serta semangat juang yang ideologis untuk dapat meraih kemenangan di Pemilu 2024," pungkasnya.
Baca Juga: Partai Ummat 'Terlalu Amien Rais', Refly Harun Ungkap Potensi Kegagalannya Dibanding PAN
Bersyukur Lolos Pemilu
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, mengaku bersyukur usai partainya secara resmi menjadi peserta Pemilu 2024. Ia mengaku dengan masalah yang sempat dialami partainya telah membuat kaget, namun kekinian justru berakhir dengan keindahan.
Amien awalnya menyampaikan, partai telah menempuh usaha perjalanan panjang usai dinyatakan tak lolos sebelumnya sebagai peserta Pemilu 2024. Terlebih ketika pihaknya mendaftar sebagai partai politik ke Kementerian Hukum dan HAM.
Amien mengatakan, kejadian kemarin yang membuat partainya dinyatakan tak lolos dianggap sebagai sebuah kekhilafan. Menurutnya, tak ada pihak yang selalu benar.
"Alhamdulillah, sekalipun kemarin kita sedikit agak kaget, tapi kemudian karena semua orang bisa khilaf, kami juga tidak merasa selalu benar. Ternyata alhamdulillah keindahan demokrasi di Indonesia ini, artinya selalu terbuka dengan perbaikan," kata Amien di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (30/12/2022).
Ia mengaku bersyukur KPU RI dan Bawaslu RI mau terbuka melakukan verifikasi ulang Partai Ummat sebagai calon peserta Pemilu 2024.
Berita Terkait
-
Parpol Perlu Kerja Masif Rekrut Caleg, Harus Rangkul yang Punya Kapasitas dan Popularitas
-
Fraksi PAN ke Pemerintah: Apa Betul Perppu Cipta Kerja Terbit untuk Gugurkan Putusan MK?
-
Rocky Gerung Ingatkan Megawati Sebelum Putuskan Capres PDI P, Singgung Soal Ajaran Soekarno
-
Rekam Jejak Eks Koruptor Romahurmuziy yang Kini Jadi Ketua Majelis Partai Berlambang Kabah, Cicit Pendiri NU
-
Proporsional Tertutup Langkah Mundur Pemilu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT