Tidak banyak informasi mengenai pelaku penculikan Malika. Namun, polisi mengungkap nama asli pria berusia 42 tahun itu, yakni Iwan Sumarno. Ia juga dikenal dengan nama panggilan Jacky atau Yudi.
Iwan diketahui bekerja sebagai pemulung. Ia kerap membawa Malika selama melakukan pekerjaannya itu. Adapun menurut kabar yang beredar, ia adalah seorang mantan narapidana (napi) atas kasus pencabulan.
Menurut penyelidikan polisi, Iwan pada tahun 2014, sempat divonis tujuh tahun penjara. Ia menjalani penahanan di sebuah rutan di Bandung atas kasus pencabulan anak di bawah umur. Kasus lainnya, ia juga terlibat kasus penggelapan motor.
5. Malika Dibawa ke RS Polri
Malika yang diculik hampir satu bulan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk ditangani secara medis. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin membenarkan bahwa korban berusia 6 tahun itu akan menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Saat ini korban kami bawa untuk dilakukan pemeriksaan, mengingat sudah cukup lama bersama dengan terduga pelaku," kata Komarudin di RS Polri Kramat Jati, mengutip ANTARA, Selasa (3/1/2023).
6. Tangis Haru Keluara Bertemu Malika
Momen haru terekam begitu Malika dipertemukan kembali dengan orangtuanya di rumah sakit. Tangis mereka pecah saat saling berpelukan. Sang ayah terlihat beberapa kali mencium wajah Malika. Sementara ibunya, terus mengelus rambut gadis kecil itu.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Baca Juga: Berbelit-belit saat Diperiksa Polisi, Dalih Pemulung Culik Malika karena Sayang dan Jaga Korban
Tag
Berita Terkait
-
Berbelit-belit saat Diperiksa Polisi, Dalih Pemulung Culik Malika karena Sayang dan Jaga Korban
-
Pelaku Penculikan Punya Jejak Kriminal Pencabulan, Polisi Tunggu Hasil Visum Malika di RS Polri
-
Jejak Kriminal Pemulung Penculik Malika di Jakpus, Pernah Dipenjara Kasus Pencabulan Anak
-
Tinggal Nomaden di Gerobak Selama Diculik, Iwan Ajak Malika jadi Pemulung
-
Penculiknya Berhasil Dibekuk Polisi, Malika Ditemukan di Dalam Gerobak
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi