“Tragedi Kanjuruhan itu menurut saya kelalaian, dan banyak tragedi di Indonesia dilupakan sampai hari ini tidak pernah diselesaikan menurut saya itu kebiadaban,” ucapnya.
Andreas pun menyerukan kepada seluruh suporter sepak bola di Indonesia untuk tidak berhenti menuntut keadilan bagi para korban dan keluarga korban, karena tragedi Kanjuruhan ini adalah sikap lalai yang ditunjukkan oleh PSSI.
“Jadi jangan pernah kita lupa menuntut keadilan bagi para korban, jangan lupa kita menuntut otoritas yang berlaku bahwa mereka harus ikut bertanggung jawab menyelesaikan ini,” tegasnya.
Andreas yang dikenal sangat lantang menyuarakan keadilan bagi korban Kanjuruhan ini pun mengajak seluruh awak media, suporter untuk tidak memberitakan Liga 1 Indonesia sampai ada keadilan bagi para korban.
“Kita memboikot pemberitaan liga 1 hingga sampai ada titik terang dalam kasus di Kanjuruhan. Tetap jaga harapan kita bahwa kasus Kanjuruhan bisa diusut tuntas, kita tetap menuntut agar keadilan bagi para korban, keadilan bagi keluarga korban bisa ditegakan,” jelasnya.
Diakui Andreas, salah satu bukti ketidakpedulian PSSI terhadap ratusan korban Kanjuruhan adalah tidak adanya rasa hormat atau respek dalam tindakan, seperti melakukan doa kepada korban sebelum pertandingan Timnas atau menggunakan pita hitam di lengan. Parahnya, PSSI malah memberikan hormat kepada legenda sepak bola Brazil Pele dan mengabaikan ratusan nyawa akibat kelalaian mereka.
“Bahkan lihat di pertandingan piala AFF, berdoa untuk meninggalnya Pele. Sedih betul saya, 135 orang aja tidak di doain sama mereka, gak ada ban hitam di lengan mereka. Jadi tuntut juga juga ke klub kita masing-masing, suruh pasang ban hitam sebagai duka tragedi Kanjuruhan,” ungkapnya.
Untuk itu, Andreas mengajak seluruh masyarakat pecinta sepak bola Indonesia mendoakan PSSI agar bisa berbenah. Salah satu yang harus dibenahi adalah bertanggung jawab dalam memitigasi hal-hal yang bisa memakan korban dalam sepak bola ke depan.
“Kita berdoa juga agar PSSI bisa berbenah, menurut saya satu alasannya tadi, mereka kemudian harus bertanggung jawab, bisa mencegah terjadinya tragedi Kanjuruhan, malah mereka sekarang balik badan, bicara ini, bicara itu,” katanya.
Baca Juga: Psikolog Ungkap Kondisi Pemain Arema FC Pascatragedi Kanjuruhan: Energinya Positif
Andreas pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus melakukan aksi menuntut keadilan bagi setiap korban jiwa dalam sepak bola Indonesia, baik korban Kanjuruhan maupun korban-korban di stadion-stadion lainnya.
“Menurut saya ini jadi contoh buat teman-teman yang lain, semoga energinya sampai besok di Bekasi, semoga energinya sampai tanggal 11 di Malang, muda-mudahan banyak energi yang tersampaikan diberbagai penjuru di Indonenesia bahwa keadilan di Kanjuruhan, keadilan bagi korban Kanjuruhan harus ditegakan,” tegasnya.
“Teriakan paling keras diboikot banyak orang, Pandit di unfollow banyak orang, banyak yang pada gak datang, bodoh amat saya. Ada situasi yang kemudian tidak terelakkan di sepak bola Indonesia, rusak hari ini sepak bola Indonesia karena menormalisasi semua kematian-kematian di stadion,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek