Suara.com - Isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo sudah berembus sejak akhir tahun 2022. Jokowi sendiri terus memberi sinyal tetapi sampai sekarang reshuffle itu tidak kunjung terlaksana.
Hal ini turut disoroti oleh pengamat politik Hendri Satrio. Lewat program Indonesia Lawyers Club, Hensat mengungkap dua dugaan niat terselubung di balik isu reshuffle kabinet yang diduga menyasar Partai NasDem tersebut.
Awalnya Hensat menilai tidak ada yang salah dengan wacana reshuffle kabinet kendati sudah di ujung-ujung periode pemerintahan seperti sekarang.
"Ada pembahasan yang serius itu tentang kepatutan, kewarasan, dan kewajaran dalam melaksanakan pemerintahan," terang Hensat, dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Senin (9/1/2023).
"Boleh nggak reshuffle? Boleh, terserah, tapi patut tidak? Waras tidak? Wajar tidak dilakukan reshuffle yang sudah di ujung-ujung?" sambungnya.
Faktor inilah yang membuat Hensat menduga ada niat terselubung di balik isu reshuffle kabinet padahal pemerintahan Jokowi akan berakhir tahun depan.
"Yang pertama, bisa jadi ini ada upaya untuk mengalihkan isu yang lebih besar, yaitu Perppu Cipta Kerja," ujar Hensat.
Sebelumnya Hensat juga mengkritik penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja yang memang boleh dilakukan oleh Jokowi tetapi seolah tidak mempertimbangkan aspek kepatutan, kewarasan, dan kewajaran dalam melaksanakan pemerintahan.
Selain itu, Hensat menilai ada niat kedua yang hendak dicapai Jokowi lewat wacana reshuffle kabinet ini. "Yang kedua, ini hanya testing the water saja, NasDem goyah nggak," ucap Hensat.
Baca Juga: CEK FAKTA: Lebih Menakutkan dari Jokowi, Gibran Libas Anies Bongkar Kasus Formula E, Benarkah?
Menurutnya bisa jadi Partai NasDem nanti akan tetap diajak berkoalisi oleh PDI Perjuangan, di mana Anies dipasangkan sebagai calon wakil presiden Puan Maharani.
"Itu kalau ternyata NasDem testing the water, mungkin nggak? Bisa saja kan. Di ujung-ujung ternyata, 'Sorry, Nies, karena nggak ada yang lain yang mau join, gimana kalau kamu jadi wakilnya Mbak Puan gitu?'" tandas Hensat.
Berita Terkait
-
Jokowi Terus 'Tunggu Dulu' Soal Reshuffle, Bukti Penyiksaan dan Balas Dendam ke Surya Paloh?
-
Fahri Hamzah Ditangkap Polisi Gegara Hina Anies Baswedan, Benarkah?
-
Elite NasDem 'Pepet' Ganjar Pranowo, Sinyal Surya Paloh Bakal Ditinggal Kader Lagi?
-
Anies dan Jokowi Sering Dibandingkan Soal Jadi 'Petugas Partai', Panda Nababan Beri Komentar Nyelekit
-
Isu Reshuffle Makin Kencang, NasDem: Partai Pengusung Jokowi Juga Punya Hak
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Telah Kantongi Hitungan Kerugian Negara, KPK Siap Hadapi Praperadilan Gus Yaqut
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang