Suara.com - Wanita yang menjadi korban begal payudara di dalam gang kawasan Tugu Utara, Koja Jakarta Utara sempat menangis setelah kejadian. Bahkan, karyawati di sebuah mal itu dikabarkan masuk ke rumah warga untuk meminta pertolongan.
Fakta itu diungkapkan oleh warga Oman (51) yang tinggal di dekat lokasi kejadian di RT 2, RW 17, Kelurahan Tugu Utara, Koja. Menurutnya, aksi begal payudara yang terjadi di gang itu terjadi sekira pukul 20.14 WIB.
Berdasar cerita istrinya, ada seorang wanita menangis usai menjadi korban payudara. Wanita tersebut diketahui sebagai penghuni indekos yang tak jauh dari kediamannya.
Saat itu, wanita malang ini tengah melintas setelah pulang bekerja. Diketahui, korban bekerja di salah satu mal.
"Korban itu nangis ke rumah saya. Dia sempet nanya kenal sama orang yang pakai motor Vino atau enggak, karena dia habis jadi korban pelecehan,” kata Oman kepada Suara.com, ditemui di lokasi, Selasa (10/1/2023).
Diketahui, berdasarkan rekaman CCTV yang ada di lokasi, pelaku pembegalan payudara menggunakn motor Yamaha Vino.
Oman mengatakan sebelum terjadi peristiwa tersebut, korban menduga telah dibuntuti terlebih dahulu. Saat berada di dalam gang, pelaku mencari kesempatan untuk melakukan aksinya
"Pelaku kan sempet belok, tapi pas dibelokan ada orang. Makanya dia muter balik. Abis itu baru dah dia pegang si korban di pojokoan situ," katanya.
Para warga mulanya tidak mengetahui peristiwa ini. Namun setelah memutar kembali kamera CCTV, terlihat jelas peristiwa tersebut.
Baca Juga: Berkeliaran di Koja Naik Motor Matik, Pria Cabul Terekam CCTV Remas Payudara Karyawati Mal di Gang
Ketua RT setempat bersama warga kemudian mencari korban yang ternyata adalah penyewa indekos di sekitar lokasi kejadian.
Tak hanya itu, pelat nomor kendaraan yang digunakan oleh pelaku dalam aksinya juga telah diketahui. Yamaha Vino yang digunakan pelaku bernomor polsi B 3138 UJH.
Dengan dibantu pengurus RT setempat, kata Oman, korban kemudian membuat laporan atas kejadian yang menimpanya ke Polsek Koja.
“Abis kejadian, langsung itu korban kami temui, dan buat laporan polisi malam itu juga,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Berkeliaran di Koja Naik Motor Matik, Pria Cabul Terekam CCTV Remas Payudara Karyawati Mal di Gang
-
Terekam CCTV Remas Dada Ibu Muda di Depan Balita, Ciri Pelaku Begal Payudara di Depok: Pria Gempal Berambut Gondrong
-
Dilecehkan saat Bawa Balita, Ibu Muda jadi Sasaran Pelaku Begal Payudara Sepulang Beli Nasi Uduk
-
Aksi Begal Payudara Menyasar Perempuan di Cilodong, Peristiwa Terjadi Saat Korban Pulang Dari Warung Gorengan
-
Aksi Bengis Begal Payudara di Cilodong, Peristiwa Terjadi Saat Korban Jalan Kaki Bersama Anaknya
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen