Suara.com - Wali Kota Solo kembali menjadi sorotan usai aksinya yang rela jongkok saat berfoto bersama dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Mohamed Bin Zayed (MBZ) University di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo.
Pada video yang beredar, tampak Gibran dan para jajaran MBZ University akan berfoto besama usai peandatangannan dilakukan. Gibran mulanya tampak ragu untuk berdiri di sebelah jajaran Kemenag dan rektor MBZ.
Namun karena dipersilahkan untuk duduk berjajar dia akhirnya berdiri di samping para tamu tersebut. Masih merasa sungkan, putra sulung Presden Joko Widodo itu akhirnya maju ke depan barisan foto.
Gibran lalu berjongkok agar orang-orang di belakangnya tak tertutup saat berfoto bersama.
Aksi Gibran tersebut sontak dipuji oleh waganet di Twitter.
"Adabmu memang begini (jempol) mas Wali, salut aku," tulis warganet.
"Wong Jowo harusnya memang njawani, penuh unggah-ungguh dan tata krama," imbuh warganet lain.
"Pak wali gak mau tampak kalau itu karya dia, beliau sangat menghormati yang menghibahkan, itu kalau menurut aku," tambah lainnya.
"Adab lebih utama dari ilmu. Saya sering bertanya, berpikir, bagamaina Pak Jokowi sekeluarga mendidik putra-putrinya," tulis warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Keren! Terus Dongkrak Ekonomi Daerah, Gibran Ingin Solo Jadi Kota Konser
"Sangat santun sekali ya Mas Wali ini," timpal lainnya.
Menanggapi berbagai pujian warganet, Gibran malah balas dengan candaan. Gibran menyebutkan bahwa perilakunya yang santun di depan rektor MBZ itu hanyalah pencitraan.
"Itu settingan dan pencitraan," kata Gibran menanggapi ujian padanya melalui akun Twitter.
Diketahui bahwa kedatangan pihak MBZ University ke Solo adalah untuk melakukan penandatanganan MOU di Masjid Raya Sheik Zayed Solo.
Setidaknya ada dua kesepakatan yakni terkait manajemen bersama pengelolaan masjid dan MOU penandatanganan pembangunan Solo Culture Center atau Islamic Center.
Berita Terkait
-
Anak Sekolah Ajak Main Lato-Lato Saat Penandatanganan MOU Masjid Raya Sheikh Zayed, Gibran: Wegah!
-
Gibran Tegaskan Tak Ada Koordinasi Soal Perobohan Pendopo Dalem Tumenggungan: Dari Awal Sudah Diwanti-wanti
-
Gibran Rakabuming Politisi Muda Terpopuler Versi I2, Modal Besar Jadi Gubernur DKI Jakarta Ngikut Jejak Jokowi?
-
Menyandang Status Politisi Muda Terpopuler, Gibran Bakal Ikuti Jejak Jokowi jadi Gubernur DKI?
-
Keren! Terus Dongkrak Ekonomi Daerah, Gibran Ingin Solo Jadi Kota Konser
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT