Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan, kondisi kekinian di internal partainya masih tetap solid. Gerindra tidak mau lagi diadu domba dengan isu apa pun termasuk soal isu kepindahan Sandiaga Uno ke PPP.
Hal itu disampaikan Prasetyo usai Sandiaga Uno bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berlangsung secara empat mata, beberapa hari lalu.
"Saat ini kami solid Prabowo terhadap seluruh jajarannya termasuk pak Sandi juga tetap solid kami tidak ingin di adu domba atau dipecah belah satu sama lain," kata Prasetyo saat ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2023).
Ia menegaskan, bahwa kesolidan di internal partai sangat penting, terlebih untuk menghadapi Pemilu 2024. Sementara di sisi lain, Gerindra akan melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT).
"Bagi kami Gerindra perhelatan Pilpres 2024, kami membutuhkan kerja sama, kesolidan di internal partai," tuturnya.
"Itu juga yang tadi disampaikan oleh pak Sekjen di ulang tahun ke-15 terus terang kami lebih memprioritaskan untuk konsolidasi internal dalam rangka kurang lebih 1 tahun ke depan kami menghadapi Pileg dan Pilpres. Saya kira itu," ujarnya.
Ia juga menambahkan, Sandiaga akan tetap tunduk patuh dan loyal terhadap apapun keputusan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Terlebih terhadap keputusan soal Pilpres 2024.
"Hasil Pertemuan mereka berdua yang salah satu pointua adalah sebagai kader partai Gerindra tercacat sampai hari ini tetap tunduk patuh dan loyal keputusan dewan pembina dan ketua umum Gerindra, kalau konteksnya berkaitan pilpres 2024," tuturnya.
"Makna tunduk patuh itu tunduk dan patuh kepada Gerindra diamana kita sudah mengambil keputusan pada saat rapimnas mencalonkan Prabowo sebagai presiden," sambungnya.
Pertemuan
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno memberikan Prabowo Subianto buku saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Pemberian buku diketahui melalui unggahan Sandiaga di akun Instagram pribadinya @sandiuno pada Rabu (11/1/2023).
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Sandiaga dan Prabowo sudah bertemu dan keduanya baik-baik saja. Kepastian pertemuan keduanya itu menjawab ihwal niatan tabayun Sandiaga ke Prabowo terkait isu hijrah dari Gerindra ke PPP.
"Terima kasih Pak @prabowo telah berkenan menerima buku 1500 Inspirasi: Jelajah Perjalanan Sandiaga Uno. Buku ini adalah catatan perjalanan semasa kampanye pilpres tahun 2019," tulis Sandiaga dikutip Kamis (12/1/2023).
Masih dari keterangan foto di unggahan Instagram, Sandiaga mengaku yakin, setiap catatan dalam buku yang ia berikan itu akan memberikan semangat dalam memberikan kontribusi terbaik untuk negeri.
"Menjadi pegangan kami untuk fokus pada tujuan kami menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, mempercepat kepulihan ekonomi, dan mewujudkan Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur," tulis Sandiaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat