Suara.com - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menghadiri acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-50 yang diselenggarakan di Alun-Alun Sumedang, Jawa Barat.
Muhamad Mardiono mengucapkan syukur karena partai berlambang Kabah itu sudah genap berusia setengah abad. Dia pun mengakui memasuki usia ke-50, PPP sudah memiliki kematangan.
“PPP mengalami kematangan, dengan nomor baru 17 yang memiliki banyak arti baik. Serta lambang Kabah kembali ke yang asli, itu menjadi kesakralan bagi konstituen kami untuk khidmat memilih PPP,” tutur Muhamad Mardiono.
Pada kesempatan itu, Muhamad Mardiono pun mengaku senang atas antusias dari masyarakat, kader, dan badan otonom (banom). Dia pun berharap PPP bisa kembali merebut kepercayaan masyarakat.
“Ada sekitar 13 ribu orang ikut serta bersama-sama dalam kegiatan ini. Bukan hanya masyarakat umum, tapi para kader PPP juga turut hadir di sini,” ungkapnya.
Adapun rangkaian perayaan puncak Harlah di Sumedang ini terdiri dari senam simpati, gerak jalan santai, penampilan qosidah, penampilan tari umbul, pembagian doorprize, dan hiburan untuk rakyat.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan jajaran anggota partai lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku