Suara.com - Ketua Relawan Bala Anies, Sismono Laode membalas komentar Denny Siregar yang menyinggung bakal calon presiden Partai NasDem, Anies Baswedan.
Sebelumnya, Denny Siregar menyindir Anies yang diaggap menggunakan strategi kampanye 'Pasang Sendiri Ribut Sendiri' atau PSRS.
Cibiran Denny Siregar merujuk pada pengalaman politik Anies yang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai yang terzalimi.
Beberapa waktu lalu, rumah mantan Gubernur Banten Wahidin Halim mendapatkan serangan teror ular kobra menjelang kedatangan Anies.
Denny Siregar mengatakan bahwa kejadian itu menjadi taktik kampanye Anies untuk mempertahankan perhatian publik kepadanya, mengingat elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu menurun.
Menanggapi cibiran Denny Siregar, Laode mengatakan bahwa yang menggunakan strategi kampanye tersebut justru Denny Siregar dan kawan-kawannya.
"Dengan berusaha memfitnah orang lain. Kampanye penyerangan ini kan dilakukan oleh mereka. Narasi Anies tidak akan jadi calon juga pernah didengungkan oleh mereka. Sekarang mereka ribut lagi dengan ular kobra yang dilemparkan di rumah mantan Gubernur Banten," kata Laode.
Laode menegaskan bahwa Anies tidak seperti mereka yang mencari sorotan karena Anies sudah menjadi sorotan ketika diam saja.
"Kalau dipikir-pikir lucu juga. Ngapain? Pak Anies nggak seperti mereka yang perlu cari sorotan. Pak Anies diam saja udah jadi sorotan. [Anies] unggah foto saja mereka yang ribut. Ini kan menunjukkan betapa jangan mempermalukan logika publik dengan cara seperti itu." lanjutnya.
Mengenai insiden teror ular kobra, Laode menuding bahwa teror itu dilakukan oleh kelompok-kelompok oposisi Anies. Ia lalu menyoroti komentar Denny yang menyinggung bahwa karung ular kobra yang dilempar berada dalam kondisi terikat.
"Kalau tidak diikat, mereka sendiri yang kena dong. Mereka kan hanya membuat simbol-simbol saja [melalui teror], jadi [ular kobra] mereka buang aja kayak gitu. Kalau mau perang wacana seperti ini, sudah basi," jelas Laode.
Di samping itu, Laode mengungkit dukungan Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat terhadap Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.
"Insya Allah Pak Anies resmi [mencalokan di Pilpres 2024], kan tiga partai koalisi perubahan itu sudah jelas mengusung Pak Anies sebagai presiden. Jadi, Pak Anies tinggal berkampanye saja menyampaikan visi dan program ke depan seperti apa," uja Laode.
"Jadi jangan sewot lah," pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Reshuffle Kabinet Jokowi Buyar Akibat Surya Paloh NasDem dan Airlangga Hartarto Golkar Bertemu, Kok Bisa?
-
Berada di Poros Beda untuk Pilpres, Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga Dinilai Hanya 'Say Hello'
-
'Nyanyian Nyaring' Politikus NasDem: Peliknya Anies Jokowi, FPI-HTI Jadi Simalakama
-
Ketika Guntur Tetap Sayangi Puan, Tapi Kalau Pilihan Capres Dukung Ganjar
-
Relawan 'KIB' Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara