News / Nasional
Kamis, 02 Februari 2023 | 12:54 WIB
Bjorka Sebut Denny Siregar Picu Polarisasi, Apa Artinya? (Dok. Facebook/dennysiregar)

Suara.com - Ketua Relawan Bala Anies, Sismono Laode membalas komentar Denny Siregar yang menyinggung bakal calon presiden Partai NasDem, Anies Baswedan.

Sebelumnya, Denny Siregar menyindir Anies yang diaggap menggunakan strategi kampanye 'Pasang Sendiri Ribut Sendiri' atau PSRS.

Cibiran Denny Siregar merujuk pada pengalaman politik Anies yang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai yang terzalimi.

Beberapa waktu lalu, rumah mantan Gubernur Banten Wahidin Halim mendapatkan serangan teror ular kobra menjelang kedatangan Anies.

Denny Siregar mengatakan bahwa kejadian itu menjadi taktik kampanye Anies untuk mempertahankan perhatian publik kepadanya, mengingat elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu menurun.

Menanggapi cibiran Denny Siregar, Laode mengatakan bahwa yang menggunakan strategi kampanye tersebut justru Denny Siregar dan kawan-kawannya.

"Dengan berusaha memfitnah orang lain. Kampanye penyerangan ini kan dilakukan oleh mereka. Narasi Anies tidak akan jadi calon juga pernah didengungkan oleh mereka. Sekarang mereka ribut lagi dengan ular kobra yang dilemparkan di rumah mantan Gubernur Banten," kata Laode.

Laode menegaskan bahwa Anies tidak seperti mereka yang mencari sorotan karena Anies sudah menjadi sorotan ketika diam saja.

"Kalau dipikir-pikir lucu juga. Ngapain? Pak Anies nggak seperti mereka yang perlu cari sorotan. Pak Anies diam saja udah jadi sorotan. [Anies] unggah foto saja mereka yang ribut. Ini kan menunjukkan betapa jangan mempermalukan logika publik dengan cara seperti itu." lanjutnya.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Jokowi Buyar Akibat Surya Paloh NasDem dan Airlangga Hartarto Golkar Bertemu, Kok Bisa?

Mengenai insiden teror ular kobra, Laode menuding bahwa teror itu dilakukan oleh kelompok-kelompok oposisi Anies. Ia lalu menyoroti komentar Denny yang menyinggung bahwa karung ular kobra yang dilempar berada dalam kondisi terikat.

"Kalau tidak diikat, mereka sendiri yang kena dong. Mereka kan hanya membuat simbol-simbol saja [melalui teror], jadi [ular kobra] mereka buang aja kayak gitu. Kalau mau perang wacana seperti ini, sudah basi," jelas Laode.

Di samping itu, Laode mengungkit dukungan Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat terhadap Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

"Insya Allah Pak Anies resmi [mencalokan di Pilpres 2024], kan tiga partai koalisi perubahan itu sudah jelas mengusung Pak Anies sebagai presiden. Jadi, Pak Anies tinggal berkampanye saja menyampaikan visi dan program ke depan seperti apa," uja Laode.

"Jadi jangan sewot lah," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More