Suara.com - Dagangan, startup rural ecommerce hari ini mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mendukung BUM Desa dalam menjangkau pasar yang lebih luas melalui ekosistem digital. Melalui kemitraan ini, Dagangan turut serta dalam penyelenggaraan Bazaar Hari BUMdes dengan menyediakan 50+ booth yang berisi produk dan usaha dari masing-masing provinsi di Indonesia.
Sejalan dengan dampak positif yang ingin diberikan, Dagangan dan Kemendes PDTT ingin mendukung BUM Desa agar produk BUM Desa dapat mengakses jaringan di luar desa hingga ke seluruh Indonesia.
Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) telah ditandatangani oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Dagangan dimana Dagangan akan menyediakan akses pasar lebih luas hingga ke seluruh Indonesia melalui aplikasi Dagangan serta platform lokapasar. Kolaborasi Dagangan dengan Kemendes PDTT rencananya akan dilakukan pertama di Jawa Tengah dan terus membuka peluang untuk diperluas ke wilayah lainnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT., Taufik Madjid menyampaikan apresiasinya terhadap Dagangan. “Saya mengapresiasi kontribusi yang diberikan Dagangan dalam membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan penjualan produk BUM Desa melalui jangkauan pasar yang lebih luas. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa permasalah pengembangan ekonomi di desa salah satunya adalah kurang memiliki akses pasar dan nilai tawar yang rendah. Dengan adanya kontribusi dari pihak swasta seperti Dagangan untuk menyediakan ekosistem digital kepada para BUM Desa ini, kami harap mereka bisa bertahan bahkan menjadikan kolaborasi ini sebagai dorongan untuk mengembangkan usaha mereka lebih lagi sehingga BUM Desa memiliki kekuatan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” paparnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (2/2/2023).
Ryan Manafe selaku CEO & Co-Founder Dagangan menjelaskan, “Sejalan dengan misi Dagangan, kami terus berkomitmen untuk mendukung upaya yang dilakukan Kementerian Desa PDTT dalam memastikan para BUM Desa untuk terbuka dan mulai menerapkan digitalisasi sehingga kedepannya produk asli kebanggaan desa memiliki akses pasar yang lebih luas sehingga mereka bisa terus bertahan di masa sulit ini," ujarnya.
Produk BUM Desa memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia dan Dagangan akan terus berupaya untuk membantu Kemendes PDTT dalam menyediakan platform digital yang optimal sekaligus memastikan BUM Desa mendapatkan keuntungan lebih sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Bentuk realisasi penerapan digitalisasi BUM Desa melalui Dagangan salah satunya telah berjalan di tahun 2021 yaitu pemilik BUM Desa keripik sukun ibu Sugiarti asal Sleman, DIY. “Awalnya yang beli keripik saya hanya dari tetangga sekitar saja, tapi semenjak dijual di aplikasi Dagangan, penjualannya cukup bagus dan sekarang keripik saya merambah ke warung-warung kabupaten lain di Yogyakarta,” ujar Ibu Sugiarti.
Karena setiap bulan meningkat, Ibu Sugiarti harus menjaga stok dan produksi semakin banyak, Ibu Sugiarti menambahkan, Ia banyak ikut pelatihan dari Dagangan dalam pengelolaan operasional bisnis sehingga pendapatan produk keripik sukun Ibu Sugiarti meningkat hingga 3x lipat per bulan.
Dagangan juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam penerapan digitalisasi BUM Desa melalui kegiatan edukasi ataupun pelatihan dan pengembangan operasional bisnis. Kini Dagangan telah menjangkau lebih dari 20.000 desa di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur serta membantu digitalisasi lebih dari 35.000 warung dan pemilik toko sembako.
Baca Juga: 2023 Jadi Tahun Resesi, PHK Massal Masih Akan Berlanjut
Melalui kemitraan strategis antara Kemendes PDTT dan Dagangan diharapkan akan lebih banyak lagi produk BUM Desa dapat menerapkan digitalisasi bagi usaha mereka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Targetkan Menghasilkan 500 Startup Baru Pada Tahun 2024
-
Gelombang PHK Masih Akan Berlanjut di Barisan Startup
-
Telkomsel Pimpin Pendanaan untuk Startup Pertanian EdenFarm
-
Terbukti! Inilah Beberapa Tips Mendapatkan Cuan Online Tanpa Modal 2023
-
Miris, Startup Ini PHK Massal Ratusan Karyawan Tanpa Pesangon
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara
-
Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi
-
STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta
-
Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026
-
Regulasi Sudah Ada, DPRD Minta Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah
-
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Penangkapan hingga Penggeledahan Tak Sah