Suara.com - Tersangka pembunuhan berantai atau serial killer Wowon Erawan alias Aki (60) mengakui perbuatannya membunuh 9 korban itu untuk menutupi aksi penipuan penggandaan uang. Dalam melakukan aksinya, Wowon dibantu oleh Solihin atau Duloh (63) dan Dede Solehudin (34).
Bahkan, Wowon dengan kejinya tega membunuh anggota keluarganya demi menutup-nutupi aksinya tersebut. Para pembunuh berantai itu mengakui aksinya. Mereka juga mengakui bahwa memiliki sejumlah orang yang menjadi target selanjutnya.
Berkaitan dengan aksinya, berikut ini pengakuan serial killer Wowon Cs.
1. Dibunuh Sejak Lama
Wowon telah melakukan aksinya sejak lama. Para korban yang pada umumnya merupakan keluarga Wowon cs telah dibunuh sejak beberapa tahun yang lalu.
2. Menjanjikan Imbalan Kepada Duloh
Wowon juga menjanjikan imbalan kepada Duloh. Duloh dikenal sebagai orang yang mampu mengobati itu kemudian tega menghabisi para korban demi Rp500 juta yang dijanjikan Wowon.
3. Mengajak Duloh Bekerja Sama
Awalnya, Wowon mengenal Duloh pada 2012. Kemudian, semakin lama Wowon menunjukkan modus penipuan penggandaan uang kepada Duloh.
Baca Juga: Terkuak, Evi TKW Korban Serial Killer Wowon Cs Ternyata Masih Hidup, Lagi Kerja di Libya
Duloh kemudian diajak bekerja sama dengan Wowon. Awalnya Duloh ragu tetapi kemudian Wowon menjanjikannya Rp500 juta.
Tugas pertama Duloh saat itu adalah membunuh Noneng yakni mertua Wowon dan Wiwin yakni anak Noneng dan istri pertama Wowon. Kemudian Duloh pun bergabung dengan Wowon setelahnya.
4. Duloh Membunuh Noneng dan Wiwin dalam Semalam
Duloh membunuh Noneng dan Wiwin pada 2021. Duloh mengaku membunuh Noneng terlebih dahulu dengan mencekiknya di kontrakan Duloh di Cianjur, Jawa Barat.
Kemudian, Wowon mengantar Wiwin ke rumah Duloh. Duloh pun kemudian membunuh Wiwin juga dengan cara dicekik.
Duloh menyampaikan, Wiwin dibaringkan dan wajahnya ditutup dengan tiga amplop dengan modus penggandaan uang. Saat Wiwin lengah, Duloh pun mencekiknya hingga tewas.
Jasad keduanya kemudian dimasukkan ke lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pagi harinya, Wowon datang ke rumahnya dan menembok galian kuburan itu dengan semen.
5. Wowon Telah Bersama Wiwin Kurang Lebih 14 Tahun
Wowon mengungkapkan ia telah menikah dengan Wiwin selama kurang lebih 14 tahun. Pernikahan tersebut pun dikaruniai dua orang anak bernama Ani Nurlela dan Novi Utari.
6. Dendam Tak Diberi Uang Gaji dan Diselingkuhi
Wiwin yang merupakan tenaga kerja wanita pernah bekerja di Malaysia selama 7 tahun. Wowon pun dendam kepada Wiwin karena tak pernah mengiriminya uang, tetapi justru mengirimkannya kepada sang ibu, Noneng.
Wowon pernah bertanya kepada Wiwin sering mengirim uang ke Noneng atau tidak dan ia menjawab iya. Namun ketika Noneng ditanya, Noneng mengelak menerima uang itu.
Selain itu, Wowon juga menyimpan dendam karena Wiwin menyelingkuhinya dengan lelaki lain sepulangnya dari Malaysia. Hal ini terjadi sebelum keduanya bercerai.
7. Seorang TKW Disuruh Lompat ke Air
Sebelumnya, Siti yang merupakan seorang TKW dan Noneng yakni mertua Wowon disuruh loncat ke laut lepas. Keduanya loncat setelah dijanjikan bertemu Ki banyu di dasar laut.
Siti Fatimah menjadi korban dalam aksi tersebut. Ia tewas dan ditemukan di perairan Bali. Namun, Noneng selamat dan kemudian Noneng dibunuh bersama Wiwin dengan cara dicekik.
8. Ada 7 TKW Jadi Terget Selanjutnya
Jika tidak ditangkap oleh polisi, Wowon mengkau tak akan berhenti menipu para TKW. Bahkan ada 7 korban yang menjadi targetnya yakni Evi, Yanti, Entin, Hamidah, Aslem, Yeni, dan Hana.
9. 2 Kali Mencoba Membunuh TKW Yeni
Yeni merupakan salah satu TKW yang selamat dari maut. Pasalnya, ia nyaris dua kali dibunuh tetapi berhasil menyelamatkan diri. Yeni lari dan melawan solihin dengan cara ditendang.
Yeni yang merupakan istri Dede Solehudin tak mengetahui istrinya akan dibunuh oleh Duloh. Dede Solehudin adalah partner in crime Wowon.
10. Wowon Bunuh Anak Kandung karena Rewel
Selain itu, Wowon juga membunuh anak kandung sendiri yang berusia 2 tahun. Ia berbohong kepada sang istri Ai Maemunah bahwa akan membawa Bayu (2) ke Mataram untuk disunat.
Wowon membunuhnya karena korban rewel dan Wowon merasa malu kepada tetangga. Akhirnya, Wowon menyuruh Solihin membunuhnya.
11. Wowon Meminta Maaf
Atas perbuatannya, Wowon mengaku meminta maaf kepada semua korban dan keluarga. Wowon merasa khilaf dan berdosa atas perbuatan tersebut. Ia membunuh para korban karena tidak senang ditaguh hutang.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Terkuak, Evi TKW Korban Serial Killer Wowon Cs Ternyata Masih Hidup, Lagi Kerja di Libya
-
Satu Ditemukan Di Libya, Ini Daftar Nama TKW Korban Penipuan Wowon Cs
-
Aki Wowon Si Raja Tega: Istri Partner In Crime-nya 2 Kali Mau Dibunuh, Yeni Melawan saat Leher Diikat Kain
-
Ditemukan Jauh Di Libya, Evi TKW Korban Wowon Cs Dalam Kondisi Sehat
-
BREAKING NEWS! Evi TKW Korban Penipuan Wowon Cs Ditemukan Di Libya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat