Suara.com - Rekonstruksi perkara insiden tabrakan yang menewaskan mahasiswa UI, Hasya (18) telah digelar pada Sabtu, (04/02/2023) lalu. Sang pelaku tabrakan yang merupakan purnawirawan Polri, AKBP (Purn) Eko Setia pun terlibat dalam rekonstruksi tersebut.
Insiden yang terjadi pada Oktober 2022 lalu tersebut menewaskan Hasya yang terjatuh dari motor Kawasaki Pulsar miliknya yang sedang melaju di daerah Sawah Besar, Jakarta saat mobil Eko tiba tiba melintas dan melindas tubuh Hasya. Akibatnya, Hasya pun dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
Dalam proses rekonstruksi tersebut, Eko pun mengakui dirinya salah. Ia pun sempat menyampaikan beberapa poin pembelaan darinya melalui sang pengacara, Kitson Sianturi. Simak inilah deretan pembelaan Eko selengkapnya.
1. Akui salah dan meminta maaf kepada keluarga Hasya
Kitson Sianturi pun mengungkap bahwa pihak Eko sendiri menyesali apa yang telah terjadi dan mengakui kesalahan Eko hingga menewaskan Hasya.
"Kemarin kami hadir dan melakukan rekonstruksi ulang langsung. Tetapi sampaikan dan tuliskan bahwa permohonan kami, meminta maaf kalau ada yang menyakiti. Pada dasarnya tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi" ungkap Kitson.
Ia pun menyampaikan maaf dari pihak Eko kepada keluarga Hasya atas meninggalnya sang putra dalam insiden ini.
2. Eko mengaku ikut bawa Hasya ke RS
Di dalam pernyataan ayah Hasya, Adi Syahputra sempat mengungkap bahwa Eko enggan membawa anaknya ke RS dalam tujuan menolong korban yang telah ditabraknya tersebut.
Adi juga mengaku Eko sempat dengan arogan menjawab pertanyaan Adi soal siapa yang menabrak anaknya tersebut.
Namun, Eko pun mengungkap pembelaannya. Melalui sang pengacara, Eko mengaku sempat membawa Hasya ke RS namun terlambat masuk rombongan mobil ambulans karena mobilnya ringsek.
"Eko ikut, beriringanlah (ke RS) tapi terlambat. Karena kondisi mobil pada saat itu pun rusak, harus dipaksa. Makanya agak terlambat ke rumah sakit dan di situ bertemu dengan pihak kendaraan roda dua," ungkap Kitson.
3. Klarifikasi soal mobil yang berbeda warna
Tak hanya itu, isu soal warna mobil yang berbeda saat kejadian dan saat pemeriksaan pun diklarifikasi oleh Eko.
"Kita berdasarkan STNK saja, warna mobil di STNK itu memang warnanya putih. Cuma waktu digunakan ada saat beliau (Eko) beli itu beliau menutupi dengan stiker hitam dan ada saat kejadian itu memang masih menggunakan stiker hitam," kata Kitson.
Berita Terkait
-
Ini Identitas Sosok Wanita Tanpa Busana Mobil Dinas DPRD Jambi, Pinjam Sarung Warga Buat Tutupi Badan
-
Fakta Rekonstruksi Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI: Tergeletak 45 menit dan Cat Pajero Berubah Warna
-
Fakta-fakta Siswa SMA Kecelakaan Bawa Perempuan Bugil Di Jambi: Ayah Baru Meninggal, Kini Ibu Dinonaktifkan
-
Warganet Ungkap Nasib Pemilik Mobil DPRD Jambi yang Ditumpangi Pelajar SMA dan Wanita Tanpa Busana
-
Geger Kecelakaan Mobil DPRD Jambi, Warganet: The Real Azab Dibayar Kontan!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar