Menurut Asiah, hal itu dilakukan Madih agar tidak ada warga yang melintasi jalan di lingkungan RW. Akibat ulahnya, Madih hamper dihakimi oleh warga komplek lain.
"Itu kejadian udah lama juga, jadi dia masang tiang listrik dialiri setrum. Untungnya gak ada yang kesetrum. Supaya warga gabisa lewat. Kalau kita gak lindungin hampir aja dia digebukin," ujarnya.
Tiba-tiba bangun pos di depan rumah warga
Asiah melanjutkan kisahnya mengenai Borok Bripka Madih. Ia mengatakan, suatu waktu Madih pernah membangun sebuah pos di depan rumah salah satu warga.
Tak hanya itu, lanjut Asiah, Madih kerap menempati pos tersebut hingga jam 4 dini hari. Akibatnya warga merasa terganggu.
"Dengan kelakuan tersebut, akhirnya warga kami lama-lama terganggu secara psikis." Ungkap Asiah.
Kerap meneror warga
Selain melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan, Nur Asiah juga menyebut kalau Bripka Madih kerap kali meneror warga.
Menurut Asiah, salah satu bentuk teror yang dilakukan Bripka Madih terhadap warga adalah selalu mencopot lampu jalan yang dipasang warga di dekat rumahnya.
Baca Juga: Kepolisian Harus Menggelar Proses Etik untuk Penanganan Kasus 'Polisi Peras Polisi'
Selain itu ia juga sempat mengancam warga dengan kata-kata. Asiah mengatakan, yang menjadi korbannya adalah sejumlah guru TK yang mengajar di sebelah rumah Bripka Madih.
"Dia juga suka mengganggu guru TK yang letaknya di sebelah rumah dia, kalau ganggu guru TK, mungkin lebih secara verbal. Misal, 'Paling ngajarnya nggak akan lama'," sambung Asiah.
Warga mengaku tak berdaya
Dengan semua ulah Bripka Madih yang meresahkan itu, Nur Asiah mengatakan, selama ini warga tempat tinggalnya hanya bisa pasrah.
Menurut dia, warga RW 03, Jati Warna, Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak berani melakukan apa-apa karena Madih adalah seorang anggota polisi.
"Warga kami tak bisa melawan, karena dia polisi," kata Asiah.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Sejumlah Warga Jatiwarna Bekasi Laporkan Bripka Madih Ke Polda Metro Jaya
-
Kepolisian Harus Menggelar Proses Etik untuk Penanganan Kasus 'Polisi Peras Polisi'
-
Kala Bripka Madih 'Melawan' Institusi Sendiri: Lapor Penyerobotan Tanah Malah Aib KDRT Dibongkar Polda Metro
-
Tak Terima Masa Lalu Diungkit, Bripka Madih Bakal Laporkan 2 Petinggi Polda Metro Kombes Trunoyudo Dan Kombes Bhirawa
-
Beda Pernyataan dengan Bukti, Polda Metro Jaya Anggap Bripka Madih Tidak Konsisten
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya