Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat ditanya mengenai Harun Masiku yang menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas perkara dugaan suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Jokowi hanya menjawab secara singkat.
Menurut Jokowi, sulitnya KPK menangkap eks calon legislatif (caleg) PDIP tersebut menjadi urusan teknis dari lembaga antirasuah. Ia lantas menyerahkan pertanyaan jurnalis tersebut kepada Ketua KPK Firli Bahuri yang berada di sampingnya.
"Ya, itu sangat teknis, biar KPK yang menjawab," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/2/2023).
Jokowi lantas mengatakan kalau hingga saat ini memang ada koruptor yang sudah lama buron dan belum tertangkap. Tetapi ada juga yang sudah ditangkap KPK setelah berupaya kabur.
Dengan demikian, ia beranggapan kalau Harun Masiku juga bisa ditemukan kalau KPK telah menjalankan penangkapan secara teknisnya.
"Bahwa ada yang belum ketemu setahun (buron) tapi baru 6 bulan ketemu juga ada. Tapi ada juga, ya, belum ketemu, ya, kalau barangnya ada, ya, pasti ditemukan dong," jelasnya.
Sejauh ini, masih ada empat orang yang masuk ke daftar DPO KPK. Mereka ialah Kirana Kotama alias Thay Ming yang menjadi tersangka dalam perkara TPK berupa pemberian hadiah atau janji terkait pengadaan pada PT PAL.
Lalu, ada Harun Masiku yang buron sejak 17 Januari 2020, Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin yang menjadi tersangka terkait Pengadaan Paket KTP Elektronik Tahun 2011 sampai dengan 2013 pada Kementerian Dalam Negeri.
Terakhir ialah Ricky Ham Pagawak yang buron sejak 15 Juli 2022. Ricky menjadi tersangka perkara penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pengadaan barang/jasa di Kabupaten Mamberamo Tengah serta penerimaan lainnya.
Baca Juga: Isu Tiga Periode, Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Gencar Ajak Masyarakat Gotong Royong
Berita Terkait
-
Isu Tiga Periode, Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Gencar Ajak Masyarakat Gotong Royong
-
CEK FAKTA: Presiden Jokowi Tampak Girang Hadiri Deklarasi Tambah 1 Periode
-
KPK Bantah Firli Bahuri Janjikan Lukas Enembe Berobat ke Singapura
-
Relawan GP Mania Pasti Dibubarkan, Immanuel Ebenezer: Kita Sudah Nggak Dukung Ganjar Lagi
-
'Rakyat Nangis ke Saya', 5 Poin Berat Jokowi soal Penggelapan Dana Nasabah Asuransi dan Koperasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita