Suara.com - Egianus Kogoya selaku pemimpin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali disorot usai kelompoknya itu diduga membakar pesawat milik Susi Air dengan kode penerbangan PK-BVY. Peristiwa ini terjadi di Bandara Paro Kabupaten Nduga, Gunung Papua, Selasa (7/2/2023).
Akibat dari kejadian tersebut, seorang pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Merthens asal dan lima penumpang lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Adapun pesawat ini lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin pukul 05.33 WIT dan tiba di Bandara Paro Nduga pukul 06.17 WIT.
Namun, pesawat tersebut mendadak tidak dapat dihubungi dan diduga dibakar oleh KKB. Atas dasar kejadian ini, informasi mengenai pemimpin kelompok Egianus Kogoya, termasuk profilnya pun kerap memicu rasa penasaran.
Profil Egianus Kogoya
Egianus Kogoya adalah KKB Papua di Kabupaten Nduga. Ayahnya, Silas Kogoya, telah meninggal dunia dan selama hidup aktif sebagai tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Melansir berbagai sumber, usia Egianus ini tergolong sangat muda.
Ia diketahui lahir pada tahun 1999 yang berarti usianya kini sekitar 23-24 tahun. Di sisi lain, Egianus Kogoya disebut memiliki sekitar 50 anggota yang rata-rata usianya juga masih terbilang muda. Namun, informasi ini secara detailnya tidak diketahui.
Egianus Kogoya dikenal sebagai sosok yang kejam. Ia disebut memiliki bekal senjata hasil rampasan untuk melancarkan aksinya. Secara penampilan, ia terlihat mempunyai rambut hitam dan tebal. Wajahnya pun dihiasi kumis serta janggut.
Dalam sebuah foto yang beredar, sosok pria berkulit hitam itu mengenakan pengikat bercorak bendera Inggris di kepalanya. Ia juga tampak membawa senapan mesin ringan dan mengalungkan beberapa amunisi di lehernya.
Disebutkan oleh pihak Polda Papua, terhitung sejak 2018-2023, Egianus Kogoya dan anggotanya seringkali melakukan tindak kejahatan. Biasanya, mereka beraksi di Kabupaten Nduga. KKB era ini aktif dalam menebar teror dan dianggap sebagai kelompok kriminal tereksis.
Baca Juga: Alasan OPM Hubungi Selandia Baru daripada Indonesia Usai Culik Pilot Susi Air
Aksi Keji Egianus Kogoya
Selama dipimpin oleh Egianus Kogoya, Kelompok Kriminal Bersenjata tercatat melakukan banyak aksi keji di tanah Papua. Tak hanya masyarakat sipil, sejumlah aparat keamanan dari kalangan TNI dan Polri juga kerap menjadi korbannya.
Mulai dari menembak pesawat PK-HVU milik Dimonim Air pada Juni 2018 lalu, menyandera puluhan karyawan PT Istaka Karya, hingga membakar pesawat Susi Air, ini daftar lengkap aksi keji KKB di bawah pimpinan Egianus Kogoya.
1. Pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air dengan rute Timika-Kenyam ditembak di Lapangan Terbang Kenyam, Nduga, pada 22 Juni 2018. Akibatnya, pesawat itu rusak dan kopilot Irene Nur Fadila terluka.
2. Penembakan pesawat kembali dilakukan pada 25 Juni 2018. Kali ini milik Trigana yang membawa logistik pemilu danaparat keamanan. Peristiwa itu lantas melukai punggung pilot Kapt Ahmad Kamil.
3. Pada tanggal 25 Juni 2018, KKB juga menyerang warga Kenyam. Adapun tiga korban meninggal, yakni Hendrik Sattu Kolab, Martha Palin, dan Zainal Abidin. Sementara anak Hendrik yang berusia 6 tahun, terluka karena wajahnya dibacok memakai parang.
Berita Terkait
-
Alasan OPM Hubungi Selandia Baru daripada Indonesia Usai Culik Pilot Susi Air
-
16 Kejahatan KKB Pimpinan Egianus Kogoya, Terbaru Bakar Pesawat Susi Air
-
Cek Fakta: Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Pilot dan Penumpang Disandera
-
Captain Philip Mehrtens, Pilot Susi Air Diduga Disandera KKB Dikenal Rekannya Sebagai Sosok yang Rela Berkorban
-
OPM Klaim Sandera Pilot Susi Air, Polda Papua: Perlu Kehati-hatian Agar Tak Jatuh Korban
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?