Suara.com - Sidang pembacaan vonis terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo, diwarnai dengan kedatangan para 'fans'. Setidaknya 12 remaja hadir dengan mengklaim sebagai pendukung suami Putri Candrawathi tersebut.
Namun, niat membela dan mendukung Ferdy Sambo dalam persidangan itu berakhir nelangsa. Ini karena majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap mantan Kadiv Propam itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).
"Menjatuhkan pidana terdakwa Ferdy Sambo, divonis pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim PN Jaksel, Wahyu Iman Santoso dalam sidang pembacaan vonis.
Tentu vonis hukuman maksimal sesuai pasal pembunuhan berencana terhadap Sambo bak 'tamparan' bagi belasan remaja yang hadir. Terlebih, mereka sudah mengharapkan agar otak pembunuhan berencana Yosua itu bisa dibebaskan.
Berikut fakta-fakta seputar 12 remaja fans Ferdy Sambo yang hadiri sidang vonis.
Menggunakan kaos hitam
Para remaja tersebut kompak mengenakan kaos hitam dengan wajah Ferdy Sambo dan hadir di lokasi. Tampak di bagian belakang ada tulisan “Setitik Harapan dalam Ruang Sesak pengadilan.”
Foto yang tertera itu juga merupakan foto Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Takut diwawancara
Selain itu, para remaja ini menolak didekati oleh media untuk diwawancara. Pasalnya, mereka takut ketahuan Guru BK. Para remaja itu juga meminta jangan dimasukkan ke TikTok.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Ferdy Sambo Pantas Dihukum Mati!
Diarahkan pihak tertentu?
Tak hanya itu, para remaja itu juga diduga diarahkan oleh pihak tertentu agar meninggalkan aktivitas sekolah untuk hadir ke pengadilan.
Sejumlah polisi wanita terlihat menjaga para remaja pendukung Ferdy Sambo tersebut. Pasalnya, para pendukung duduk di luar ruangan karena ruangan sidang telah penuh.
Membawa hadiah untuk Ferdy Sambo
Belasan remaja itu tidak hanya datang dengan tangan kosong. Mereka juga membawa hadiah atau kenang-kenangan yang ingin diberikan kepada Ferdy Sambo.
Dari pengakuannya, mereka menjelaskan keputusan mendukung Ferdy Sambo karena merasa bersimpati dengan nasib terdakwa kasus pembunuhan Yosua tersebut.
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak: Ferdy Sambo Pantas Dihukum Mati!
-
Ngeri! Pengacara Sambo Sebut Vonis Hukuman Mati Cuma Asumsi Hakim
-
Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati, Ini Reaksi Warganet: Merinding
-
Bagaimana Nasib Putri Candrawathi usai Sambo Divonis Mati, Bakal Dihukum Berat Juga?
-
Profil Wahyu Iman Santoso, Hakim Pemberi Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan