Sayangnya demam keong dianggap sebagai penyakit tropis terabaikan padahal dampak yang bisa disebabkan olehnya tidak main-main. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara-negara tropis seperti Afrika, beberapa bagian Amerika Selatan dan Asia.
Pengobatan demam keong
Demam keong bisa disembuhkan dengan obat cacing resep bernama praziquantel. Biasanya dokter akan memberikan obat tersebut dalam bentuk pil dan untuk satu hari saja.
Namun obat itu paling efektif ketika cacing sudah tumbuh sedikit lebih besar. Jadi, pengidapnya mungkin perlu melakukan pengobatan lagi beberapa minggu setelah dosis pertama.
Cara mengatasi demam keong
Sayangnya sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah penyakit demam keong. Karena itu, sebaiknya orang-orang diminta menghindari beraktivitas di kolam, danau atau sungai air tawar.
Ini karena daerah tersebut kemungkinan memiliki siput dan parasit penyebab schistosomiasis. Selain itu hindari juga mengonsumsi air mentah dan pastikan air yang kalian minum sudah matang.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Baca Juga: Banyak Belum Tahu, Andi Sudirman Sebut 14 Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Forum UNESCO
Berita Terkait
-
Banyak Belum Tahu, Andi Sudirman Sebut 14 Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Forum UNESCO
-
Waduh! Sekretariat DPRD Sulsel Suka Pinjam Uang ke Fitriah Zainuddin, Rp1,5 Miliar Belum Dibayar
-
Ratusan Orang Terpapar, Ini 4 Fakta Demam Keong yang Mewabah di Sulteng
-
5 Tanda Seseorang Mengalami Depresi yang Sering Terabaikan oleh Lingkungan
-
Apa Itu Demam Keong yang Mewabah di Sulteng?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil