Suara.com - Kepolisian menetapkan Mario Dandy Satriyo sebagai tersangka penganiayaan terhadap D, anak pengurus GP Ansor Jakarta Selatan. Ia memukuli D hingga koma sambil mengendarai mobil Jeep Rubicon.
Belakangan diketahui, ternyata mobil Jeep Rubicon milik Dandy dengan nomor polisi B 2571 PBP menunggak pajak tahunan. Padahal, Mario Dandy kerap tampil perlente memamerkan mobil mewah miliknya di linimasa media sosial miliknya.
Hal ini terungkap dari akun Twitter politisi PSI sekaligus kerabat ayah korban D, Guntur Romli. Ia membagikan data pajak kendaraan mobil Rubicon milik pelaku.
Dalam foto tangkapan layar yang dibagikan oleh Guntur Romli, tercatat jauh tempo pembayaran pajak pada 4 Februari 2023. Itu artinya status masa pajak sudah habis alias menunggak pajak.
Berdasarkan data tersebut, total pembayaran pajak berikut denda yang diberlakukan sebesar Rp 6.989.000.
"Mobil Rubicon yang dipakai Mario Dandy pelaku penganiayaan selain pakai plat palsu, juga nunggak pajak tahunannya," kata Guntur seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/2/2023).
Saat pertama kali diamankan, mobil Rubicon tersebut menggunakan plat palsu B 120 DEN. Mobil tersebut sempat meninggalkan Polsek Pesanggrahan kemudian kembali lagi dengan menggunakan plat aslinya B 2571 PBP.
"Ini gimana pejabat pajak kok ngemplang pajak. Kita-kita disuruh taat dianya ngemplang gimana nih," imbuh Guntur.
Temuan tersebut membuat linimasa Twitter semakin heboh. Pasalnya Mario Dandy sendiri disebut-sebut merupakan anak pejabat pajak eselon II di kantor DJP Jakarta Selatan.
Baca Juga: Harta Kekayaan Pejabat Pajak Ayah Mario Dandy Ternyata Saingi Sri Mulyani
Beragam komentar dari warganet langsung membanjiri jagat Twitter. Mereka menuntut agar pelaku segera diadili.
"Bangk* kita disuruh bayar pajak tepat waktu, lah anaknya petugas pajak nunggak. Lucunya negeri ini," ujar seorang warganet.
"Wah enggak beres anak buah Sri Mulyani nih. Semua dipajaki eh anak buahnya ngemplang pajak," timpal warganet lain.
"Ini asli bikin ngakak, ketika punya duit Rp 54 miliar tapi enggak ikhlas bayar pajak ke negara sendiri. Benar-benar contoh yang baik dari anak buah bu Sri," balas warganet lainnya.
Kronologi Kejadian
Menurut akun Twitter @LenteraBangsaa_, penganiayaan terjadi saat D sedang berada di rumah temannya. Ketika itu D membagikan lokasinya pada sang mantan kekasih.
Berita Terkait
-
Segini Gaji dan Tunjangan Pejabat DJP yang Anaknya Jadi Tersangka Penganiayaan David
-
Harta Kekayaan Pejabat Pajak Ayah Mario Dandy Ternyata Saingi Sri Mulyani
-
Intip Harga Jeep Rubicon yang dipakai Anak Pejabat DJP Tersangka Penganiayaan
-
Dua Hari Pasca Dianiaya Anak Pejabat Pajak, David Belum Sadarkan Diri di Ruang ICU
-
Sri Mulyani Marah Lihat Kelakuan Anak Pejabat Pajak Pamer Harta dan Mobil Mewah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung