Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memanggil dan memeriksa ulang 69 PNS terkait pelaporan harta yang tak jelas. Fakta terkait kejanggalan dalam kepemilikan harta kekayaan itu diungkapkan Inspektur Jenderal Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh dalam konferensi pers Rabu (2/3/2023) kemarin.
Rincian dari 96 PNS itu terdiri dari 33 PNS yang tidak clear dalam laporan harta kekayaan (LHK) 2019 yang diunggah pada 2020. Kemudian sisanya ada 36 pegawai yang pelaporannya juga tidak clear untuk harta tahun 2020 dan diunggah pada 2021.
Awan menabahkan kementerian akan memanggil orang-orang yang bersangkutan kemudian verifikasi ulang. Pemeriksaan itu akan mencocokkan profil PNS dan data yang dimiliki Kemenkeu. Dengan demikian, akan bisa dideteksi jika ada kejanggalan terhadap harta kekayaan pegawai.
“Pemeriksaan nantinya akan berfokus pada profil jabatannya, sumber perolehan kekayaan, harta kekayaan yang tidak dilaporkan, dan informasi transaksi keuangan,” imbuh dia.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan kecurigaan terhadap 69 LHK PNS itu mengemuka setelah adanya hasil sinkronisasi sistem di Kemenkeu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemenkeu sendiri memiliki sistem bernama Alpha untuk melaporkan harta kekayaan pegawai. Sistem tersebut terkoneksi dengan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dinaungi KPK.
Jika terjadi kejanggalan, Kemenkeu akan melakukan uji formal dan material untuk memastikan PNS di lingkungan tersebut tak melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan.
Kemenkeu cukup ketat dalam mengawasi pelaporan harta kekayaan pegawainya setelah kasus Rafael Alun Trisambodo menjadi perbincangan publik.
Rafael yang kini dicopot dari jabatannya mengantongi harta sekitar Rp56 miliar. Kasus Rafael dianggap mencoreng institusi perpajakan lantaran anaknya, Mario Dandy kedapatan melakukan penganiayaan terhadap seorang pemuda bernama David. Dalam kasus tersebut, Mario juga menumpangi mobil Jeep Rubicon yang harga rata-ratanya mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Kenaikan harta Rafael Alun cukup fantastis. Melansir laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), jumlah hartanya naik drastis dalam delapan tahun pelaporan.
Baca Juga: Jabatan Eko Darmanto Dicopot, Kantor Bea Cukai Yogyakarta Masih Tunggu Surat Keputusan Kemenkeu
Pelaporan pertama pada 2013 lalu, harta Rafael Alun tercatat Rp21.458.134.500. Pelaporan terakhirnya pada 2021 harta tersebut meroket menjadi Rp56.104.350.289.
Rincian dari harta Rp56 miliar lebih tersebut didominasi oleh tanah dan bangunan senilai Rp51 miliar lebih. Rafael Alun memiliki sebelas unit tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Sleman, Jakarta, dan Kota Manado.
Anehnya, dalam rincian harta kekayaan tersebut tak termuat unit Rubicon yang menjadi bagian dari kekayaan Rafael Alun. Alat transportasi tercatat hanyalah Toyota Camry Sedan keluaran 2008 seharga Rp125 juta dan Toyota Kijang 2018 seharga Rp300 juta.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Mantan Pejabat Kemenkeu, Rafael Alun Trisambodo dengan Kekayaan Rp56 Miliar Diperiksa oleh KPK
-
Di Tengah Seruan Tidak Bayar Pajak Akibat Kasus DJP Kemenkeu, Dirjen Minta Hal Ini
-
Bos Bea Cukai Tunggu Surat Resmi Pencopotan Eko Darmanto
-
Pegawai Kemenkeu Bermasalah Bisa Dilaporkan Lewat Whistleblowing System, Apa Itu?
-
Jabatan Eko Darmanto Dicopot, Kantor Bea Cukai Yogyakarta Masih Tunggu Surat Keputusan Kemenkeu
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam