News / Nasional
Jum'at, 03 Maret 2023 | 11:11 WIB
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat T Oyong. (Twitter)

Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tengah mendapatkan sorotan pasca memutuskan menghukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Putusan itu diketok palu oleh hakim ketua T Oyong.

Selain T Oyong, terdapat dua hakim anggota yakni Bakri dan Dominggus Silaban. Mereka menjadi Majelis Hakim sidang gugatan perdata dengan nomor perkara 757/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.

Melansir dari situs resmi pn-jakartapusat.go.id, T Oyong mengemban jabatan sebagai Hakim Madya Utama. Ia berpangkat Pembina Utama Muda (IV/c).

Pada saat menjadi mantan Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun, T Oyong sempat diperiksa atas dugaan kasus penganiayaan jurnalis SCTV di Pengadilan Negeri Ambon.

Ia diperiksa oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung atas laporan penganiayaan.

Hukum KPU Tunda Pemilu

Tepat pada Kamis (2/3/2023), T Oyong mengabulkan gugatan Partai Prima.

Dalam perkara tersebut Partai Prima sebagai penggugat adalah partai politik yang dirugikan dalam verifikasi administrasi sebagai perserta Pemilu 2024 oleh tergugat yakni KPU.

Kemudian dalam putusannya PN Jakpus menyatakan, KPU telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

Baca Juga: KPU: Tahapan Pemilu 2024 Tetap Berlangsung, Ranah PTUN dan Bukan PN Jakpus

Sampai akhirnya kemudian, PN Jakpus menyatakan, KPU sebagai tergugat dihukum untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan Pemilihan Umum dari awal selama lebih kurang 2 (dua ) tahun 4 (empat) bulan 7 (tujuh) hari.

"Menghukum Tergugat untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan Pemilihan Umum dari awal selama lebih kurang 2 (dua ) tahun 4 (empat) bulan 7 (tujuh) hari," tulis putusan PN Jakpus tersebut

"Menyatakan putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu secara serta merta (uitvoerbaar bij voorraad);," sambungnya.

Adapun berikut putusan lengkap PN Jakpus:

Dalam Eksepsi.

Menolak Eksepsi Tergugat tentang Gugatan Penggugat Kabur/Tidak Jelas (Obscuur Libel);

Load More