News / Nasional
Jum'at, 03 Maret 2023 | 15:36 WIB
Front Mahasiswa Papua Tetap Gelar Aksi di Depan Komnas HAM terkait Insiden Kekerasan di Wamena. (Suara.com/Rakha)

Suara.com - Sekelompok mahasiswa Papua yang tergabung dalam Front Mahasiwa Anti Kekerasan Papua menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2023).

Pantauan Suara.com, massa berkumpul sekitar pukul 14.00 WIB. Massa berunjuk rasa tepat di depan gerbang pintu masuk Komnas HAM.

Aksi tersebut digelar dalam rangka mengecam kekerasan yang terjadi di Wamena pada 23 Februari 2023 oleh aparat penegak hukum. Di mana, dalam insiden itu terdapat 12 orang meninggal dunia.

Massa mendesak Komnas HAM segera turun tangan dan mengecek langsung ke Wamena. Meski hujan deras mengguyur, mereka tidak bergeser dari depan gerbang Komnas HAM.

Hal itu, tampak berbeda dengan aparat kepolisian yang justru memilih berteduh. Dalam orasinya, seorang orator meminta pemerintah tidak menambah pasukan bersenjata di Wamena.

"Tolong pemerintah, sudahi pengiriman tentara di Wamena," ucap seorang orator.

"Kami meminta Komnas HAM turun tangan selidiki kasus ini," imbuh orator yang lain.

Tampak berbagai foto-foto korban kekerasan dibawa oleh massa aksi. Selain itu, massa juga membawa poster bernada pengecaman kekerasan di Wamena.

"Kami dipukul bapak TNI dan Polri Indonesia," tulis salah satu poster.

Baca Juga: Minta Aparat Antisipasi, Wapres Ma'ruf: Kita Hadapi Masyarakat Papua Yang Mudah Terprovokasi, Harus Ada Langkah-langkah

"Tarik militer dan selesaikan pelanggran HAM di Papua," tulis spanduk yang dibawa peserta aksi.

Aksi tersebut terlihat berjalan damai. Beberapa orang petugas kepolisian berjaga di sekitar massa aksi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

13 Pelaku Ditangkap

Sebelumnya, polisi menangkap 13 terduga pelaku kericuhan berdarah di Sinakma, Wamena, Pegunungan Papua yang menelan belasan nyawa. Belasan orang tersebut kekinian tengah diperiksa secara intensif.

"Kita Polri mengamankan dan sedang memeriksa 13 orang. Empat terindikasi, sembilan masih dalam pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dikutip, Minggu (26/2/2023).

Dalam peristiwa ini, lanjut Benny, total ada 12 korban meninggal dua. Sepuluh di antaranya telah dimakamkan di Sinakma.

Load More