Suara.com - Peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman warga di sekitar depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara menyisakan sebuah misteri.
Pasalnya, usai peristiwa yang menewaskan belasan orang meninggal dunia itu, beredar uang santunan untuk korban yang diberikan dengan pemintaan khusus.
Permintaan tersebut yakni larangan bagi keluarga korban untuk memperkarakan atau menuntut Pertamina atas peristiwa tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 01 Rawa Badak Selatan Bambang Setiono.
Ia mengungkap bahwa dirinya mendapatkan laporan bahwa ada keluarga korban tewas yang diberikan uang santunan sebesar Rp10 juta, tetapi diminta untuk tidak menuntut pihak Pertamina.
Menurut Bambang, kabar tersebut ia peroleh setelah proses pemakaman korban kebakaran Depo Pertamina pada Jumat (3/3/2023) malam. Kendati demikian, lanjutnya, sejauh ini baru satu warga yang melaporkan mengenai hal tersebut kepada dirinya.
DPR angkat bicara
Kabar mengenai adanya uang santunan kepada keluarga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang disertai permintaan khusus itu sampai ke telinga Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Kadir Karding.
Ia mengaku telah menerima aduan dari warga korban kebakaran tersebut yang diminta untuk tidak menggugat Pertamina. Karding berjanji akan mempelajari lebih lanjut mengenai adanya temuan uang santunan dengan embel-embel khusus tersebut.
"Iya saya sih belum dapat info detail ya soal (uang santunan) ini. (Tepatnya) apakah betul-betul (uang santunan_ resmi dari Pertamina dengan bahasa seperti jangan menggugat itu atau tidak. Tetapi nanti akan kami pelajari seperti itu," janji Karding pada Kamis (9/3/2023).
Baca Juga: Tragedi Depo Berulang, Haruskah Nicke Dan Ahok Mundur?
Meski begitu, ia turut mendesak agar Pertamina mengusut dan mencari tahu siapa oknum yang memberikan uang tersebut, ataupun yang menginstruksikan pemberian uang itu.
Menurut dia, Pertamina adalah pihak yang pertama kali harus mengklarifikasi temuan tersebut, terlebih namanya dibawa-bawa dalam kasus itu.
Pertamina bantah keras
Merasa namanya dibawa-bawa dalam uang santunan dengan permintaan khusus tersebut, PT Pertamina langsung membantah keras. Pertamina menyatakan tidak memberikan uang santunan Rp 10 juta kepada korban kebakaran Depo Plumpang, terlebih dengan permintaan khusus.
Bantahan tersebut disampaikan oleh Abdul Kadir Karding yang sebelumnya telah mengklarifikasi mengenai uang santunan tersebut ke pihak Pertamina.
Menurut Karding, pihak Pertamina menyatakan ada pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk mem-framing Pertamina dalam kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Tragedi Depo Berulang, Haruskah Nicke Dan Ahok Mundur?
-
Yang Kembali Terbakar di Plumpang
-
Terbaru! Muncul Lagi Surat Santunan Korban Kebakaran Tanpa Logo Pertamina, Poin Dilarang Menuntut Dihapus
-
Masih Bau Bangkai dan Asap, PDIP Minta Tempat Tinggal Korban Kebakaran Plumpang Diperhatikan
-
Klarifikasi Pertamina soal Santunan Rp 10 Juta ke Korban Kebakaran Depo Plumpang untuk Tidak Tuntut Perusahaan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir