Suara.com - Selebgram dan YouTuber Ajudan Pribadi kini menjadi perhatian publik karena dibekuk oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Ajudan Pribadi yang memiliki nama asli Akbar Pera Baharudin itu ditangkap karena diduga telah melakukan penipuan sebesar Rp1,3 miliar.
Setelah ditangkap, ia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Metro Jakarta Barat.
Sebelum tertangkap, Ajudan pribadi alias Akbar Pera Baharudin itu dikenal sebagai selebgram dengan jumlah pengikut sebanyak 1 juta. Ia juga menekuni YouTuber dengan jumlah subscriber 196 ribu.
Kehidupannya sebelum menjadi selebgram cukup mengenaskan. Ia sempat menjadi pemulung, kuli bangunan hingga tukang pijat.
Keahliannya dalam memijat terkenal hingga kemana-mana. Ini kemudian yang membuatnya bertemu dengan sejumlah pejabat yang ingin merasakan pijatannya.
Alhasil relasinya menjadi luas, sehingga ia hijrah dari Makassar ke Jakarta. Di Ibu Kota, Ajudan pribadi bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tukang kebun.
Ketekunannya itu pada akhirnya membuat ia diangkat menjadi ajudan pribadi salah satu pejabat penting, hingga kehidupannya berubah 180 derajat.
Secara ekonomi, kehidupan Ajudan Pribadi semakin menanjak setelah ia aktif bermain media sosial dan menjadi selebgram.
Baca Juga: 3 Fakta Ajudan Pribadi, Selebgram yang Lakukan Penipuan Mobil Mewah
Dengan jumlah followers 1 juta dan subscriber YouTube 196 ribu, apa saja kekayaan yang dimiliki oleh Ajudan Pribadi? Berikut ulasannya.
Pada 2019 lalu, Youtuber Atta Halilintar pernah membuat konten bersama dengan Ajudan Pribadi yang berjudul Grebek Apart Mewah Ajudan Pribadi.
Dalam video itu terpantau sejumlah aset pribadi yang dimiliki pria berusia 26 tahun itu, yakni:
Motor
Deretan koleksi motor yang harganya tidak murah berbaris rapi di kediaman Ajudan Pribadi ini. Di antaranya sebuah vespa klasik berwarna merah tipe Vespa 946 Red yang harganya ditaksir mencapai Rp181 juta.
Ada juga sebuah Vespa GTS emas yang harganya mendapai Rp69,9 juta. Ada salah satu motor yang cukup mencengangkan, yaitu Vespa Sprint 150 3v i-Get berwarna putih seharga Rp40,8 juta. Motor itu disebut setipe dengan motor anak Ahmad Dhani, El Rumi.
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Ajudan Pribadi Tipu Kawan Sendiri Demi Biaya Hidup Mewah
-
CEK FAKTA: Fuji Ditangkap Karena Penipuan, Ibunda Mohon Bebaskan
-
Nomo Koeswoyo Meninggal, Raffi Ahmad Kini Rajin Salat Subuh
-
10 Potret Apartemen Mewah Ajudan Pribadi, Nilainya Gak Main-Main, Capai Rp20 Miliar!
-
Perjalanan Hidup Ajudan Pribadi: Tumbuh sebagai Pemulung, Sukses jadi Selebgram, Kini Terjerat Kasus Penipuan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!