Suara.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta kini memberikan solusi penyelesaian kasus pemukulan oleh Mario Dandy melalui restorative justice (RJ) alias via jalur damai.
Adapun solusi tersebut diberikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Reda Manthovani saat menjenguk korban yakni David di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan pada Kamis (16/3/2023).
Kala itu, Reda memberikan solusi agar keluarga David mau berdamai dengan Mario Dandy.
"Kami akan menawarkan RJ (restorative justice) kepada pihak keluarga korban," tutur saat mengunjungi David.
Diketahui bahwa Mario Dandy kini tengah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Kendati ditahan, proses RJ masih bisa dilakukan melalui pelimpahan.
"Proses itu (RJ) masih bisa dilakukan usai seluruh berkas dilimpahkan ke kami," kata Reda.
Namun tak lama setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, Reda mengklarifikasi dan menyatakan pihaknya menutup opsi restorative justice dalam kasus Mario Dandy tersebut.
Profil Kajati DKI Jakarta
Reda Manthovani merupakan sosok yang sudah tak asing lagi di komunitas penegak hukum di Indonesia. Selain sebagai Jaksa, Reda juga merupakan akademisi.
Baca Juga: Jahatnya Mario Dandy: Sudah Pukul Habis David, Video dan Foto Korban Lantas Disebar
Pria asal Jakarta ini lahir pada 20 Juni 1969. Reda merupakan seorang alumnus Fakultas Hukum Universitas Pancasila (1988-1992).
Usai mendapat gelar Sarjana Hukum dari universitas tersebut, Reda 'hijrah' ke luar negeri dan kuliah di Faculté de Droit de l'UniversitédAix, Marseille III, Perancis.
Reda kembali ke tanah air dan melanjutkan jenjang S3 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Reda terdaftar di pddikti.kemdikbud.go.id sebagai Tenaga Pengajar Tidak Tetap pada Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Ia juga berstatus lektor Fakultas Hukum Universitas Pancasila.
Karier Reda Manthovani: Sempat kerja di luar negeri
Reda menjajal untuk mengais pundi-pundi rejeki di luar negeri. Ia sempat menjabat konsultan Hukum atau Kejaksaan pada Konsulat Jenderal RI di Hong Kong (2014-2015).
Tag
Berita Terkait
-
Jahatnya Mario Dandy: Sudah Pukul Habis David, Video dan Foto Korban Lantas Disebar
-
Minta Penyidik Gali Motif Penganiayaan David, Pengacara Mario Dandy Ungkap Kemungkinan Ada Tersangka Baru
-
Dianggap Belum Lengkap, Kejati DKI Jakarta Kembalikan Berkas Perkara AG Pacar Mario Dandy ke Polda Metro Jaya
-
Kejati Panen Hujatan usai Tawarkan David Damai dengan Mario Dandy: Bacotnya Enteng Banget
-
Kondisi Terkini David Latumahina yang Dianiaya Mario Dandy, Alhamdulillah Sudah Membuka Mata
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?