Suara.com - Anies Baswedan sempat mengungkap salah seorang menteri koordinator (menko) yang ingin mengubah konstitusi. Orang itu disebutnya tidak mampu berkomitmen pada demokrasi. Ia tidak menyebut sosoknya secara rinci, namun hal ini mengarah pada pembahasan soal Pemilu.
"Ndak pernah terbayang kok ada orang yang berada di posisi kunci, menko, mengatakan (ingin) mengubah konstitusi dengan jumlah berapa orang yang mendukung,"ujar Anies dalam acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Tokoh Kahmi Untuk Indonesia Maju, mengutip kanal YouTube Reborn TV, Jumat (17/3/2023).
"Hanya orang-orang yang tidak komit pada demokrasi itu makin berani mengungkapkan pikirannya secara terbuka," lanjutnya.
Menanggapi pernyataan Anies, anggota Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengungkap sosok Menko yang dimaksud. Dikatakannya, menteri itu pernah menggaungkan soal adanya penundaan Pemilu 2024. Ia juga menilai publik pasti sudah tahu.
"Sebenarnya cukup terang benderang kalau dia rutin mau mencari jejak digital atau pemberitaan berkaitan dengan Menko yang pernah membangun wacana ada kaitannya dengan penundaan pemilu melalui aspirasi big data. Tanpa menyebut nama pun, publik sudah tahu siapa yang dimaksud," beber Kamhar di Jakarta Pusat, Senin (20/3/2023).
Jika mengingat kembali sosok-sosok pendukung penundaan Pemilu 2024, ada dua menko yang turut terlibat. Mereka adalah Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto serta Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan.
Dua Menko Sebut Penundaan Pemilu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satu sosok yang mendukung wacana Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Saat itu, Cak Imin mengusulkan penundaan Pemilu 2024 sampai dua tahun untuk memulihkan ekonomi.
“Saya mengusulkan Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun,” kata Cak Imin melalui keterangan persnya, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga: Goda-goda Kepala BIN: Aura Pak Jokowi Sebagian Sudah Pindah ke Pak Prabowo
Pihak dari Partai Golkar yang setuju mengatakan bahwa wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan aspirasi dari masyarakat sehingga tidak bisa ditolak. Pernyataan ini disampaikan Airlangga Hartarto setelah dirinya bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
“Kita musti mengerti yang namanya aspirasi (soal penundaan pemilu) itu tidak boleh ditolak. Apalagi kita suara Golkar suara rakyat,” ujar Airlangga di NasDem Tower, Kamis (10/3/2022).
Lebih lanjut, dikatakan Airlangga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkapkan bahwa aspirasi demokratis harus dipegang teguh. Apalagi, beragam masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depannya akan semakin berat.
Sementara itu, Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengklaim bahwa tak sedikit masyarakat yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda. Ia bahkan menyatakan ada big data yang berisi percakapan antara 110 juta orang di media sosial soal penundaan pemilihan umum tersebut.
Menurutnya, banyak pihak yang bertanya mengapa harus menghabiskan banyak dana untuk pemilu. Sementara pandemi Covid-19 kala itu masih belum selesai. Luhut juga mengungkap kondisi negeri saat ini yang cenderung tenang tanpa adanya pergantian kepemimpinan.
"(Masyarakat nanya), kenapa duit segitu besar mengenai pilpres mau dihabisin sekarang. Mbok nanti loh, kita masih sibuk kok dengan Covid, keadaan masih begini, dan seterus-seterusnya," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (15/3/2022).
"Kenapa mesti kita buru-buru? Kami capek juga dengar istilah kadrun lawan kadrun, ya apa istilahnya dulu itulah. Kita mau damai, itu aja sebenarnya," lanjutnya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
Goda-goda Kepala BIN: Aura Pak Jokowi Sebagian Sudah Pindah ke Pak Prabowo
-
Menko Airlangga: Indo-Pasifik Motor Utama Penggerak Ekonomi Global
-
Akhirnya Bahas Penyanderaan Pilot Susi Air, Jokowi: Hati-hati, Keselamatan yang Utama
-
Gelontorkan Rp 1.036 T untuk Pembangunan Papua, Jokowi: Masyarakat Tolong Awasi Jangan Sampai Belok
-
Relawan Anies Safari Hingga ke RW-RW, Bakal Gelar Acara Obrolan Kampung Bareng Warga dan Politisi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita