KW mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sakit hati lantaran insentif selama pandemi Covid-19 dipotong oleh Mawartih. KW mengatakan seharusnya insentif yang diterimanya sebesar Rp15 hingga 17 juta pada 2020, tetapi insentif tersebut dipotong sehingga menjadi Rp7 juta saja. Emosinya semakin terpancing saat Mawartih membuat pernyataan yang mengesalkan.
5. Barang Bukti Kasus
Polisi menemukan ponsel yang disembunyikan oleh tersangka di salah satu ruangan di RSUD Nabire. Barang bukti lainnya yakni berupa rok yang digunakan untuk menutupi wajah korban.
"Saat pendalaman dilakukan, KW mengakui bahwa dirinya telah mengakibatkan korban meninggal dunia. Lalu kami lakukan penggeledahan 1 unit telepon seluler yang disimpan di rumah sakit dan 1 rok yang diduga digunakan untuk menutup wajah korban saat tersangka membunuhnya," kata Kapolda Papua Mathius D Fakhiri kepada wartawan, Rabu (29/03/23).
Demikian fakta baru kasus pembunuhan dokter Mawar di Papua. Atas kejadian tersebut, KW dijerat Pasal 338 subsider 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Terungkap! Pembunuh Dokter Spesialis Di Nabire Ternyata Cleaning Service Rumah Sakit
-
Pembunuhan Sadis Dokter Cewek Terbongkar Gegara Iler Pelaku Nempel di Tubuh Korban
-
Anak Ferdy Sambo Curhat Perlakuan Teman Usai Sang Ayah Divonis Mati
-
Throwback Crime Story: Puluhan Perempuan Dihabisi Dukun AS Gegara Wangsit Ayah
-
Anak Ferdy Sambo Ungkap Perlakuan Teman Usai Orangtuanya Jadi Terpidana Kasus Brigadir J
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok