Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang senilai Rp 1,3 miliar dari hasil penggeledahan kasus dugaan korupsi Kementerian ESDM di di Apartemen Pakubuwono, Menteng, Jakarta Pusat. Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur menyebut penggeledahan berlangsung dari Senin (27/3/2023) sore hingga Selasa (28/3) dini hari.
Upaya paksa KPK itu dilakukan penyidik berawal di lingkungan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), hingga kantor pusat Kementerian ESDM.
"Kemudian dari sana ketika akan dilakukan penggeledahan di ruangannya Plh Dirjen (Minerba), kemudian ditemukan kunci apartemen," kata Asep kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Dari temuan itu, penyidik KPK meminta Plh Dirjen Minerba ESDM, Muhamad Idris Froyo Sihite untuk mengantarkan ke apartemen yang dimaksud.
"Kami meminta Pak Plh untuk diajak ke Apartemennya di Pakubuwono, otomatis itu sampai pagi," kata Asep.
"Jadi ada isu bahwa ada orang yang mau ditangkap itu mau dibawa ke sini, itu enggak benar," sambung Asep menepis kabar penangkapan yang dilakukan KPK.
Di apartemen Pakubuwono, tim KPK menemukan sejumlah uang yang nilainya sekitar Rp 1,3 miliar.
"Di sana memang kita menemukan sejumlah uang. Sejumlah uang ya, enggak puluhan miliar, sekitar 1,3 m. Kenapa? karena baru paginya dihitung ya," kata Asep.
Selanjutnya uang itu akan dianalisis penyidik KPK, untuk menemukan keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian ESDM.
Baca Juga: Jadi Bancakan Korupsi Ditjen Minerba, Ternyata Besaran Tukin PNS Kementerian ESDM Bikin Ngiler!
Sebelumnya KPK mengungkap sedang melakukan penyelidikan perkara korupsi di Kementerian ESDM. Kasus itu berkaitan dengan pemotongan tunjangan kinerja pegawai yang nilainya mencapai puluhan miliar.
"Uangnya kemudian diduga dinikmati oleh para oknum ini yang kemudian penggunaannya juga diduga untuk baik itu ada keperluan pribadi masing-masing, ada pembelian aset," kata Kepala Pemberitaan KPK Ali Fikri pada Senin (27/3/2023) lalu.
"Kemudian ada juga untuk operasional gitu ya, termasuk dugaannya dalam rangka untuk pemenuhan proses-proses pemeriksaan oleh BPK gitu ya," sambungnya.
Berita Terkait
-
Oh! Jadi Begini Modus Pegawai Kementerian ESDM Korupsi Tukin
-
KPK Sita Rp 1,3 Miliar Dari Kantor Kementerian ESDM
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Seret Arteria Dahlan ke KPK
-
Dugaan Pemerasan Terhadap Helmut, Formappi: Komisi III DPR Bisa Panggil Wamenkumham
-
Sosok Artis R di Pusaran Kasus Dugaan Korupsi Rafael Alun Bikin Penasaran, Benarkah Raffi Ahmad?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini
-
Percepatan Pemulihan Layanan Adminduk: Dukcapil Salurkan Sarpras ke Aceh Tamiang Sampai Kota Langsa
-
Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028
-
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang
-
Geger Jasad Pria Misterius di TPU Bekasi Barat, Diduga Korban Pembunuhan
-
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
-
Tragis! Banjir Cilincing Telan 3 Korban Jiwa, Anak Temukan Ayah-Ibunya Tewas Tersengat Listrik
-
Pedagang Cilok di Jakarta Barat Tega Tusuk Teman Seprofesi, Polisi Masih Dalami Motif