Suara.com - Anggota Komisi III DPR Santoso mengapresiasi kinerja KPK yang dengan cepat menetapkan mantan pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo sebagai tersangka. Santoso berharap kinerja positif KPK ini tidak berhenti hanya kepada Rafael.
Santoso meminta KPK mengejar juga para oknum pegawai pajak serta bea cukai yang memiliki jumlah harta fantastis. Apalagi jika total harta kekayaan itu tidak wajar dibanding penghasilan sebagai pegawai di Kementerian Keuangan.
"Pertama saya mengapresiasi atas gercepnya KPK dalam kasus Rafael Alun Trisambodo ini. Harapannya ini menjadi pintu masuk bagi KPK untuk memeriksa para oknum pegawai pajak dan bea cukai yang memiliki harta jumbo," kata Santoso di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).
Politikus Partai Demokrat ini menyebut masih banyak oknum pegawai yang kelakuannya serupa dengan Rafael. Karena itu KPK perlu benar-benar mengusut oknum lainnya.
"Oh banyak, masih banyak dan saya yakin Pak Firli akan melakukan terobosan. Bagaimana menertibkan para oknum-oknum pegawai pajak dan bea cukai di Kementerian Keuangan yang melakukan penyimpangan ini akan ditelusuri, akan ditelisik," kata dia.
"Saya optimis itu akan dilakukan oleh KPK," Santoso menambahkan.
Kekayaan Melonjak Drastis
Mantan pegawai pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo resmi dijadikan tersangka dan telah ditahan oleh KPK.
Ketua KPK Firli Bahuri mengungkap, peningkatan harta kekayaan Rafael di delapan tahun terakhir mencapai puluhan miliar.
Baca Juga: Duduk Perkara Ketua KPK Firli Bahuri Copot Endar Priantoro, Dipicu Formula E?
"Tadi sempat saya hitung, sampai 8 tahun itu meningkat sekitar Rp 24 miliar," kata Firli di Gedung KPK, Jakarta pada Senin (3/4/2023).
Saat menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I pada 2011, Rafael Alun hanya memiliki kekayaan senilai Rp 21, 5 miliar.
"Di mana beliau tersangka RAT (Rafael) ini di tahun 2011 sampai 2015, dia adalah Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I," jelas Firli.
Pada 2019 kekayaan Rafael Alun meningkat menjadi Rp 44,8 miliar. Kemudian merujuk Laporan Harta Kekayaannya Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 2020, Rafael memiliki kekayaan Rp 55,65 miliar.
"Jadi ini data yang kami dapatkan, di mana tahun 2019, di mana tahun 2015, di mana tahun 2012 semuanya kelihatan," kata Firli.
Jadi Tersangka dan Ditahan
Berita Terkait
-
Rafael Sebut Karakter Mario Berubah Sejak Sekolah Semi Militer, Maksudnya Taruna Nusantara?
-
Dituduh sebagai Artis R dalam Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Kuasa Hukum Rizky Billar Singgung Rhoma hingga Reza
-
Duduk Perkara Ketua KPK Firli Bahuri Copot Endar Priantoro, Dipicu Formula E?
-
Ini Undang-undang yang Atur Soal Jual Beli Barang KW, Jangan Sembarangan Beli Bisa Dipidana!
-
Profil Brigjen Endar Priantoro, Sosok yang Tolak Tahap Penyidikan Kasus Formula E
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan