Suara.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengakui ada kebutuhan biaya Rp220 miliar untuk Jakarta International Stadium (JIS) tiap tahunnya. Ia mengakui dana sebesar itu belum didapatkan untuk tahun ini.
Namun, ia tak khawatir target dana tersebut tak terpenuhi. Sebab, Iwan mengklaim penyewa stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu sudah cukup banyak dan rutin.
"Kalau dari JIS sendiri mungkin sebesar itu belum terpenuhi. Tapi tahu nggak teman-teman, itu kan sebenernya banyak juga yang sewa," ujar Iwan di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (4/5/2023).
Dalam satu pekan, ia menyebut jadwal penyewaan JIS selalu penuh. Bahkan, lapangan latihan JIS juga disebutnya kerap disewakan para penggemar sepak bola untuk berbagai kegiatan.
"Hampir full dalam periode penyewaan, kan di sana kan ada periode penyewaan. Dalam satu minggu itu ada 3-4 hari itu kita sewakan. Itu full," ucapnya.
Sementara, untuk pendapatan JIS tahun ini Iwan belum bisa membeberkannya. Ia mengaku tak hapal dan perlu melihat laporan keuangannya.
"Soal angka saya harus lihat di laporan keuangannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta PT Jakpro, selaku pengelola, agar mencari cara memenuhi biaya operasional JIS. Dana yang dibutuhkan stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan itu sebesar Rp220 miliar.
Prasetio mengatakan, JIS harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan sepak bola. Apalagi, dana yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini cukup besar mencapai Rp5 triliun.
Hal tersebut disampaikan Prasetio saat menerima audiensi bersama suporter Persija Jakarta, Jakmania yang juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin.
"Kepentingannya sepak bola kita nggak punya lapangan sepak bola, yang ada akhirnya dengan APBD yang sangat besar, masa kita gak punya stadion, ya itulah JIS sekarang, Jakarta Internasional Stadium," ujar Prasetio di gedung DPRD DKI, Kamis (30/3/2023).
Karena itu, ia meminta Jakpro tak kekurangan dana untuk pembiayaan operasional JIS itu. Perlu ada upaya lebih seperti menggaet berbagai komunitas sepak bola agar mau menyewa JIS.
"Operasional JIS itu besar, pak. Tapi kalau lu nggak mulai dari sekarang running, dengan nilai Rp220 miliar, itu dari mana tuh? Babi ngepet juga nggak dapet segitu. Ya, kan? Dari sini lah kita coba merintis dari bawah ke atas (cari pembiayaan)," ucapnya.
Sementara, Iwan Takwin mengakui biaya operasional JIS itu mencakupi kebutuhan perawatan hingga listrik dan air. Ia pun akan mengadakan berbagai kegiatan agar roda bisnis di stadion berkapasitas 82 ribu orang itu bisa berjalan.
"Ini yang kami (upayakan) lagi harus ada kegiatan bisnis supaya itu bisa menutupi," katanya.
Berita Terkait
-
Polemik Akses Sempit Menuju JIS Warisan Anies, Heru Budi Bakal Turun Langsung Cari Jalan untuk Dilebarkan
-
Minta Jakpro Putar Otak Cari Rp 220 M per Tahun untuk Operasional JIS, Ketua DPRD DKI: Babi Ngepet Juga Nggak Dapat
-
Jakmania Minta Perbaikan Infrastruktur JIS Segera Dilakukan, Ketua DPRD DKI Bakal Temui Heru Budi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara