Suara.com - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali dirundung prahara buntut polemik pencopotan Brigjen Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan. Imbasnya, pegawai komisi anti-rasuah dari unsur Polri disebut sampai mogok kerja.
Tak hanya itu, Ketua KPK Firli Bahuri yang sejatinya juga berasal dari Polri kembali dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas). Ia dinilai telah sewenang-wenang mencopot Endar Priantoro yang sebenarnya masa jabatannya sempat diperpanjang, namun mendadak dicopot.
Sejak menjabat sebagai ketua KPK, Firli Bahuri memang banyak menuai kontroversi berujung laporan ke Dewas. Dulu ia pernah dilaporkan terkait penggunaan helikopter dari pihak lain.
Terkini adalah isu liar adanya dokumen rahasia yang bocor ke pihak Kementerian ESDM. Belakangan, KPK memang benar-benar tengah menyidik perkara dugaan korupsi di kementerian itu.
Isu yang mencuat adalah, ada dokumen rahasia yang bocor ke Kementerian ESDM sebelum penyidik KPK melakukan penyelidikan.
Tak hanya itu, ada pula terkait kasus Formula E. Kabar yang beredar adalah, Endar Priantoro selalu Direktur Penyelidikan tak sepakat untuk menaikan status kasus Formula E dari penyelidikan ke penyidikan tanpa penetapan tersangka terlebih dahulu. Alasannya, karena pada kasus itu dua alat bukti sebagai syarat belum tercukupi.
Nah, di tengah isu soal Formula E inilah tiba-tiba Endar diberhentikan secara hormat dan dikembalikan ke institusi tempat asalnya bernaung yakni Polri. Buntutnya, Firli Bahuri kembali menuai kritik dan sorotan, ia pun dilaporkan ke Dewas oleh Endar dan beberapa pihak lain.
Tak hanya Firli, Endar Priantoro juga melaporkan Sekjen KPK Cahya H Harefa ke Dewas. Ia resmi melayangkan laporan pada 4 April 2023 lalu.
"Ya sesuai dengan yang saya sampaikan tadi, hari ini saya bertemu dengan Dewas untuk menyerahkan laporan pengaduan saya dan sudah diterima oleh Dewas," kata Endar di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2023).
Tak hanya Endar, kelompok yang menamakan dirinya Aktivis 98 Nusantara datang ke KPK untuk melaporkan Firli Bahuri. Firly dinilai melanggar Pasal 421 KUHP soal penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat.
"Kami dari Aktivis 98 Nusantara datang ke KPK untuk menyampaikan surat terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua KPK Firli Bahuri," kata Jubir Aktivis 98 Nusantara Sonny Muhammad di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2023).
Menyusul kemudian pada Kamis (6/4/2023), giliran kelompok lain melaporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik. Mereka adalah Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI).
"Kita laporkan dugaan kode etik yang diduga dilakukan oleh Ketua KPK Firli Bahuri," ujar Ketua PB KAMI Sultoni di Gedung KPK, Kamis.
Sultoni mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya tindakan pembocoran dokumen yang diduga dilakukan Firli sebelum penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah kantor ESDM. Dokumen itu diketahui bersifat rahasia.
"Jadi pada kasus korupsi ESDM yang di mana dokumen rahasia milik KPK itu bocor yang diketemukan oleh tim penyidik ketika mereka melakukan penggeledahan," kata Sultoni.
Selanjutnya respons KPK dan pegawai mogok kerja
Berita Terkait
-
Kata Rafael Alun Trisambodo Mengenai Sosok R: Saya tidak Ada Hubungan dengan Artis
-
Kontroversi Bupati Meranti: Dulu Ancam Ingin Pindah Ke Malaysia, Kini Terjaring OTT KPK
-
Blak-blakan Sosok Artis R Dibongkar Rafael Alun Trisambodo: Saya Malah Berpikir R Itu ...
-
Ditangkap KPK, Bupati Meranti Sempat Bikin Heboh Sebut Kemenkeu Berisi Iblis-Setan
-
Terjaring OTT KPK, Segini Harta Bupati Meranti
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
-
KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp
-
Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone
-
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara