Suara.com - Pembatalan Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U-20 kini berbuntut panjang. Kini FIFA resmi menjatuhkan sanksi bagi Indonesia karena gagal memunuhi komitmen menyelenggarakan Piala Dunia U-20.
Meski demikian, Indonesia boleh bernapas dengan lega karena hanya mendapatkan 'kartu kuning', bukan 'kartu merah'dari FIFA. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir usai menemui Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis (6/4/2023) lalu.
Erick menyampaikan bahwa FIFA memberikan sanksi administrasi. Salah satunya adalah FIFA membekukan dana FIFA Forward yang selama ini digelontorkan untuk negara anggota federasi sepak bola internasional, termasuk Indonesia.
Sanksi itu, menurut Erick, merupakan hukuman ringan yang diterima Indonesia. Ia menyebut bahwa Indonesia bisa saja mendapatkan sanksi terberat dengan dikucilkan dari dunia sepak bola internasional.
Lalu, apa sebenarnya dana FIFA Forward tersebut? Simak inilah penjelasan selengkapnya.
Program FIFA Forward ini merupakan bantuan biaya operasional yang diberikan FIFA ke lembaga resmi sepak bola yang terdaftar sebagai anggotanya. Hingga saat ini, tercatat ada 211 anggota FIFA dan 6 konfederasi yang berhak mendapatkan dana FIFA Forward.
Menyandur dari FIFA.com, dana yang digelontorkan FIFA ini bertujuan untuk memberikan dukungan penuh kepada para anggotanya demi menjunjung tiga prinsip. Prinsip ini adalah pengembangan investasi, berdampak lebih, dan pengawasan kepada asosiasi sepak bola anggota.
Dukungan FIFA terhadap anggotanya ini diharapkan bisa memajukan sepak bola secara merata, sehingga tidak ada lagi ketimpangan kemampuan secara operasional di negara anggota.
Program ini tercatat sudah ada sejak Januari 2016 dan akan berakhir pada akhir tahun 2026. Adapun program ini dimulai dari FIFA Forward 1.0, FIFA Forward 2.0, hingga sekarang FIFA Forward 3.0
Baca Juga: Super Ketat! Pemain Timnas Indonesia U-22 Bakal Dicoret Jika Lakukan Pelanggaran Ini
Pada program FIFA Forward 3.0, pembagian dana sendiri dibagi menjadi tiga sesuai dengan kebutuhan negara anggota masing-masing.
Dana pertama yang digelontorkan sebesar 5 juta dollar US atau sekitar Rp 77 miliar. Dana ini dibagikan sebagai bantuan operasional standar asosiasi sepak bola.
Dana yang kedua, yaitu sebesar 3 juta dollar US atau sekitar Rp 46 miliar, diberikan FIFA kepada negara anggota yang memiliki program pengembangan sepak bola secara spesifik untuk jangka panjang.
Dan ketiga yang akan diberikan oleh FIFA sebesar 1,2 juta dolar atau senilai Rp 18,5 miliar. Dana ini dikhususkan sebagai bantuan akomodasi dari para pesepakbola, terutama tim nasional, serta pembelian alat alat kelengkapan latihan yang dibutuhkan para pemain.
Sebagai informasi, Erick Thohir menyampaikan bahwa Indonesia sendiri rencananya akan menerima dana FIFA Forward sebesar 5,6 juta dollar US atau Rp 86,4 miliar.
Dana itu diberikan FIFA sebagai bentuk dukungan untuk membangun Training Camp FIFA bagi para punggawa Garuda dan calon-calon penerusnya. Namun, kini dana tersebut harus dibekukan oleh FIFA sebagai sanksi bagi Indonesia buntut batalnya Piala Dunia U-20 2023.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Super Ketat! Pemain Timnas Indonesia U-22 Bakal Dicoret Jika Lakukan Pelanggaran Ini
-
Apa itu Program FIFA Forward?
-
Dokter Richard Lee Dilaporkan Sunan Kalijaga Atas Penistaan Agama
-
CEK FAKTA: Akhirnya FIFA Mengalah! Indonesia Bakal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17 Berkat Negosiasi Erick Thohir
-
Sanksi Ringan FIFA Bukan Pencapaian, PSSI Diminta Jangan Puas, Harus Introspeksi
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar
-
Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR
-
Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen
-
Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut