Suara.com - Satu per satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi datang memenuhi panggilan Dewan Pengawas, hari ini Rabu (12/4/2023). Lima pimpinan KPK, termasuk Firli Bahuri dipanggil untuk diperiksa soal pemberhentian Brigjen Endar Priantoro.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjadi salah satu pihak yang dipanggil. Dia tiba di Kantor Dewas KPK, Jakarta sekitar pukul 12.29 WIB.
Kepada wartawan dia mengaku tidak menyiapkan apapun jelang diperiksa Dewas KPK.
"Eggak juga sih, soalnya kita cuma mau ngomong apa adanya saja yang kita tahu," kata Nawawi.
Sementara itu, Wakil ketua KPK Nurul Ghufrnon telah rampung menjalani pemeriksaan. Dia diperiksa kurang lebih satu setengah jam, setelah sebelumnya tiba sekitar 11.00 WIB.
Dia menyebut menjalani pemeriksaan bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, yang sebelumnya mereka datang hampir bersamaan.
"Saya periode pertama bersama Pak Alex diperiksa atas laporan saudara Endar, berkaitan dengan pengembalian saudara endar ke Mabes Polri," katanya.
Diakuinya, dia adalah orang menyerahkan surat pemberhentian Endar dari jabatannya sebagai Direktu Penyelidikan KPK.
"Bukan turut hadir, saya yang menberikan. Disaksikan Sekjen KPK, Biro Hukum KPK," katanya.
Terhitung sudah ada tiga pimpinan KPK yang mendatangi Kantor Dewan Pengawas, yakni Nurul Ghufron, Alexander Marwata dan Nawawi Pomolango. Tersisa dua pimpinan yang belum terlihat di Kantor Dewas, yaitu Firli Bahuri dan Johanis Tanak.
Ketua KPK Firli Bahuri dan Sekjen KPK Cahya H. Harefa diadukan Brigjen Endar Priantoro. Langkah itu diambilnya, karena menilai pemecatan sebagai Direktur Penyelidikan KPK diduga janggal.
Pemecatannya diduga berkaitan dengan kasus Formula E. Endar diduga menolak menaikkan kasus Formula E ke tahap penyidikan.
Padahal, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memutuskan untuk memperpanjang tugas Endar di KPK melalui surat bernomor: B/2471/llI/KEP./2023 perihal jawaban usulan pembinaan karier anggota Polri di KPK.
Kapolri menyampaikan surat itu sebagai jawaban dari rekomendasi yang disampaikan pimpinan KPK pada 11 November 2022 lalu.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Terima 6 Laporan Terkait Kasus Pencopotan Brigjen Endar hingga Dokumen Penyelidikan KPK yang Bocor
-
CEK FAKTA: Rizky Billar Diperiksa KPK, Lesti Kejora Pasrah dan Hasilnya Bikin Kaget
-
Duduk Perkara Brigjen Endar Priantoro Laporkan Sekjen KPK ke Polda Metro Jaya
-
Geledah Kantor Bupati Meranti, KPK Amankan Sejumlah Dokumen dan Bukti Elektronik
-
Polda Metro Jaya Mulai Proses Laporan Brigjen Endar Terhadap Sekjen dan Karo SDM KPK
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik