Suara.com - Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit (RS) Mayapada Jakarta Selatan, Yeremia Tatang menjelaskan kondisi David Ozora mulai membaik dari cedera akibat penganiayaan setelah melalui rangkaian pengobatan dari berbagai aspek (multi aspect treatment).
"Berkat kerja sama tim rumah sakit melalui multi aspect treatment sehingga David bisa pulih," terang Yeremia di Jakarta, Minggu (16/4/2023).
Yeremia menjelaskan kondisi David mulai membaik ketika memasuki masa perawatan minggu ke empat. Di minggu ke empat, motorik dan sensor (indra) sudah pulih bahkan sudah bisa berinteraksi dengan orang.
"Dari awal David masuk itu memang kondisinya koma, memang ada infeksi yang cukup berat akibat cedera yang ia alami tersebut," kata Yeremia.
Kondisi tersebut masih tidak berubah hingga akhirnya memasuki minggu ke tiga masa perawatan. Di minggu ke tiga kondisi David sudah membaik akibat perawatan khusus yang diberikan pihak rumah sakit.
Kondisi tersebut berangsur angsur membaik hingga akhirnya David diperbolehkan pulang hari ini. Walau demikian, Yeremia menegaskan kondisi David belum pulih 100 persen.
Dia mengatakan David masih memerlukan pengobatan khusus untuk melatih sensor motorik dan dari pikiran guna meningkatkan daya kerja otak.
"Jadi ini memang masih membutuhkan pengobatan yang cukup panjang agar dia bisa pulih," kata Yeremia.
Walau demikian, dia memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan David walaupun sudah diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Setelah 53 Hari Dirawat di Rumah Sakit, David Ozora Diperbolehkan Pulang
David merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo dan kekasihnya yang masih di bawah umur, AG (15).
Aksi kekerasan yang sempat viral di media sosial sehingga mendapat perhatian khusus Polres Metro Jakarta Selatan.
Mario Dandy dan AG pun akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran dinilai terlibat langsung dalam penganiayaan tersebut. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Setelah 53 Hari Dirawat di Rumah Sakit, David Ozora Diperbolehkan Pulang
-
Sekarang Gigit Jari, Dulu Ibu Agnes Girang Bukan Main Begitu Tahu Asal Usul Mario
-
Gugat Cerai Suami, Video Lawas Shandy Aulia Menolak Pisah Viral: Secara Iman, Tidak Dibenarkan
-
Anggap Mario Calon Menantu Idaman, Ibu Agnes Sering Pansos Anaknya Dekat dengan Anak Konglomerat
-
David Ozora Bisa Mati? Mellisa Anggraini Sebut Sosok Ini Jadi Penyelamat Saat Dianiaya Mario Dandy
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan