Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana Wijayanto disebut-sebut kerap pamer gaya hidup mewah di media sosial. Tampak beredar sejumlah potret barang mewah yang memiliki harga fantastis beredar terutama di TikTok.
Reihana kerap kali pamer barang-barang dengan nilai ratusan juta, seperti tas Hermes Birkin 40 Togo Ruge Tomate yang memiliki harga Rp 200 juta, ada juga baju Louis Vuitton, sampai dengan cincin mewah.
Gaya hidup mewah Reihana Wijayanto ini juga diunggah oleh sebuah akun Twitter dengan nama @PartaiSocmed. Masyarakat pun sontak bertanya dari mana sumber penghasilan Kepada Dinkes Lampung tersebut.
Tak hanya disorot karena kerap flexing barang-barang mewah, Kepala Dinkes Lampung Reihana Wijayanto disorot karena tidak kunjung lengser dari jabatannya padahal sudah 14 tahun ia menduduki jabatan tersebut.
Lantas, berapakah gaji dan tunjangan Kepala Dinkes Lampung tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Gaji dan Tunjangan Kepala Dinkes Lampung
Melansir dari laman resmi Pemprov Lampung, Reihana merupakan aparatur sipil negara (ASN) memiliki pangkat Pembina Utama Madya atau dengan golongan IV D.
Diperkirakan gaji Reihana sekitar Rp 3.447.200-Rp 5.661.700. Tidak hanya gaji, Reihana juga menerima tunjangan setiap bulannya.
Adapun tunjangan kinerja atau tukin, jumlahnya yakni disesuaikan dengan pangkat sesuai dengan kelas jabatan.
Reihana mulanya menduduki jabatan sebagai Kepala Dinkes Bandar Lampung, ia kemudian naik pangkat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung.
Jabatan Reihana sebagai Kepala Dinkes Provinsi Lampung tersebut sudah bertahan selama tiga era pemerintahan gubernur yang berbeda, yaitu Sjachroedin ZP, M Ridho Ficardo, sampai dengan Arinal Djunaidi.
Namanya diduga pernah terseret kasus tindak pidana korupsi pengadaan Peralatan Kesehatan (Alkes) puskesmas perawatan program pembinaan di Dinas Provinsi Lampung dengan total Rp 13,5 miliar di bulan Februari 2016.
Dalam kasus tersebut, wanita kelahiran Aceh, 25 Agustus 1963 tersebut dijadikan sebagai saksi. Sebanyak tiga orang lainnya dijadikan tersangka, di antaranya Sudiyono sebagai PNS Dinas Kesehatan Lampung, Alvi Hadi Sugondo sebagai Direktur PT Karya Pratama, dan Buyung Abdul Aziz sebagai marketing PT Karya Pratama.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Gaya Hijab Menjulang Reihana Kepala Dinkes Lampung Bikin Salfok, Netizen: Kayak Terowongan Casablanca
-
Selain Tas Mewah, Kadinkes Lampung Kerap Pamer Cicin Berlian, Disebut Saingi Hotman Paris
-
Rekam Jejak Reihana: 14 Tahun 'Langgeng' Jabat Kepala Dinkes Lampung
-
Menjabat 14 Tahun, Ini Sederet Tas Mewah Dipamerkan Kadinkes Lampung di Media Sosial
-
Giliran Gaya Hidup Mewah Kepala Dinkes Lampung yang Dirujak Netizen, Suka Pamer Hermes: Yok Mudahin Kerja KPK
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional