Suara.com - Ulah pejabat yang gemar pamer harta kekayaan dan gaya hidup mewah seakan tidak ada habisnya. Terbaru, sejumlah foto Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana tengah memamerkan barang mewahnya, tersebar ke media sosial.
Adalah akun Twitter @PartaiSocmed yang mengunggah sejumlah foto Reihana bersama barang-batang mewah yang ia miliki. Di antaranya adalah sebuah tas Hermes yang harganya ditaksir mencapai Rp200 juta. Ia juga diketahui memiliki baju Louis Vuitton dan sebuah mobil Alphard.
Dalam cuitan lainnya, warganet juga menyoroti jemari Reihana yang dipenuhi cincin seperti Hotman Paris. Harga cincinnya tersebut juga ditaksir menyamai cincin yang dipakai pengacara kondang itu.
Barang-barang mewah yang dimilikinya itu dirasa tidak sepadan dengan penghasilannya, di mana diketahui gaji seorang kepala dinas di Provinsi Lampung berkisar antara Rp5-6 juta per bulan.
Lantas, seperti apakah sosok Reihana? Berikut ulasannya.
Profil Kepala Dinas Provinsi Lampung Reihana
Saat ini Reihana diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Ia disebut memegang jabatan itu sudah lebih dari satu dekade, atau tepatnya 14 tahun.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, lalu naik ke tingkat Provinsi.
Reihana berhasil mempertahankan jabatannya sebagai Kepala Dinkes Lampung elama tiga era kepemimpinan gubernur, yakni pada masa Sjachroedin ZP, M Ridho Ficardo hingga saat ini posisi tersebut diisi Arinal Djunaidi.
Baca Juga: Menjabat 14 Tahun, Ini Sederet Tas Mewah Dipamerkan Kadinkes Lampung di Media Sosial
Meski menjadi pejabat di Lampung, Reihana bukanlah putri asli daerah tersebut. Ia merupakan kelahiran Aceh pada 25 Agustus 1963.
Rekam Jejak Reihana
Sebagai Kepala Dinas Provinsi Lampung, Reihana pernah terjerat sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Pada 2016, ia terseret kasus dugaan korupsi pengadaan Peralatan Kesehatan (Alkes) Puskesmas perawatan program, pembinaan di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung senilai Rp 13,5 miliar.
Namun, dalam kasus itu ia hanya berstatus sebagai saksi. Sementara tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, yaitu PNS Dinas Kesehatan Lampung Sudiyono, Direktur PT Karya Pratama Alvi Hadi Sugondo, dan Buyung Abdul Aziz selaku marketing PT Karya Pratama.
Kasus dugaan korupsi itu bukan satu-satunya yang menyeret Reihana. Sebelum itu pada 2013, nama Reihana juga sempat terseret kasus dugaan korupsi pada kebijakan pengadaan Bus Rumah Sakit Keliling dan bus lain serta ambulans.
Berita Terkait
-
Menjabat 14 Tahun, Ini Sederet Tas Mewah Dipamerkan Kadinkes Lampung di Media Sosial
-
Viral Kata-kata Gubernur Lampung Soal Intimidasi Ortu Bima, Warganet sampai Nyebut
-
Giliran Gaya Hidup Mewah Kepala Dinkes Lampung yang Dirujak Netizen, Suka Pamer Hermes: Yok Mudahin Kerja KPK
-
Menelusuri Jejak Karier Gubernur Lampung: Ngaku Dulu Sempat Jadi Preman
-
Giliran Kadinkes Lampung Dikulitin Netizen: Gaya Mewah Pakai Tas Branded Padahal Gaji Rp 5 Juta
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah