Perayaan hari kemenangan untuk umat Islam, yakni Hari Raya Idul Fitri menjadi hari besar yang dirayakan di seluruh dunia setelah umat Muslim menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Di Indonesia sendiri, perayaan Idul Fitri memiliki sebutan lain, yaitu Lebaran.
Sebagai negara yang kaya akan budaya dan keragaman, terdapat berbagai macam tradisi unik di berbagai daerah untuk menyambut hari Lebaran.
Sejumlah daerah memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan momen Lebaran yang sesuai dengan adat istiadat masing-masing daerah. Tradisi tersebut secara umum merupakan campuran budaya setempat dengan budaya agama Islam.
Lantas, apa sajakah tradisi unik perayaan Lebaran di Indonesia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Perang Topat
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat tradisi yang unik dalam menyambut momen Lebaran, yaitu Perang Topat atau perang ketupat. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara saling melemparkan ketupat antar para peserta tradisi.
Ketupat sendiri disimbolkan sebagai alat kerukunan antara Umat Islam dan juga Umat Hindu. Dimana kedua pemeluk agama tersebut tinggal berdampingan di Lombok.
Biasanya, sebelum perang Topat tersebut digelar, para peserta akan berdoa dan juga berziarah di Makam Loang Balog yang ada di kawasan Pantai Tanjung Karang dan juga Makam Bintaro yang ada di kawasan Pantai Bintaro.
Binarundak
Sulawesi Utara memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan lebaran, biasanya masyarakat Sulawesi Utara akan memasak jaha bersama-sama dan dinamakan dengan Binarundak.
Biasanya, tradisi tersebut akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut setelah pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Nasi Jaha sendiri adalah makanan khas dari Sulawesi Utara yang dibuat dari beras ketan, santan, dan juga jahe. Olahan tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam batang bambu yang sebelumnya sudah dilapisi oleh daun pisang.
Batang bambu yang sudah diisi tersebut kemudian dibakar dengan rabut kelapa. Setelah matang, nasi tersebut kemudian disantap beramai-ramai oleh masyarakat setempat.
Nyama Selam
Ada tradisi Lebaran unik di Bali yang dinamakan dengan Nyama Selam. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk toleransi beragama di kepulauan tersebut.
Berita Terkait
-
Momen Lebaran Terakhir Jokowi Sebagai Presiden: Mudik ke Solo, Deklarasi Capres, Salat Id Bareng Ganjar
-
Cek Fakta: Artis Cantik Ini Meninggal Saat Malam Takbiran, Benarkah?
-
Cantik Berhijab Cokelat, Ayu Ting Ting Bersama Bilqis Jalani Salat Ied
-
Syahrini Terciduk Edit Foto Lebaran Bareng Reino Barack, Warganet: Hidup Penuh Kepalsuan
-
Rayakan Idul Fitri tanpa Ammar Zoni, Irish Bella Curhat: Ramadan Ini Luar Biasa dan Semua Emosi Ada
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran