Suara.com - Beredar kabar anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus terorisme. Tak hanya itu, kader Partai Gerindra itu juga disebut langsung dieksekusi.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube Polemik Militer pada 19 Februari 2023 lalu. Akun ini membagikan foto sampul video atau thumbnail sosok Fadli Zon yang sedang memakai baju tahanan berwarna orange, lengkap dengan sorban.
Selain itu, terlihat Fadli Zon juga dikelilingi Densus 88 dalam foto thumbnail tersebut. Narasi video itu sendiri menyebut bahwa Fadli Zon dikawal pasukan bersenjata dan kemudian dieksekusi.
Adapun narasi yang dibagikan dalam thumbnail berikut ini:
"DETIK-DETIK SEBELUM EKSEKUSI, FADLI ZON DIKAWAL KETAT PASUKAN BERSENJATA"
Sedangkan narasi dalam judul video Politik Militer sebagai berikut:
"FADLI ZON RESMI JADI DITETAPKAN TERSANGKA FADLI ZON LANGSUNG DIEKSEKUSI !!"
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: CEK FAKTA: Detik-detik Fadli Zon Dieksekusi, Dikawal Ketat Pasukan Bersenjata
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, kabar Fadli Zon dikawal pasukan bersenjata setelah ditetapkan sebagai tersangka, dan kemudian dieksekusi adalah tidak benar.
Faktanya isi video sama sekali tidak termuat fakta maupun informasi kredibel terkait Fadli Zon menjadi tersangka kasus terorisme. Begitu pula tidak ada sumber valid terkait Fadli Zon akan menjalani eksekusi.
Sebaliknya narasi dalam isi video itu justru membahas mengenai polemik opini Fadli Zon terkait pembubaran Densus 88. Sedangkan foto dalam tumbnail video tersebut juga dipastikan merupakan hasil editan.
Hasil penelusuran mengungkap bahwa isi video identik dengan video yang diunggah dalam akun YouTube Fadli Zon Official pada tanggal 29 November 2020. Video yang dimaksud berjudul “BATALKAN CALLING VISA ISRAEL BISA KE INDONESIA !!!”
Selain itu, video yang ditampilkan juga identik dengan video lain yang diunggah oleh akun YouTube COKRO TV tanggal 15 Maret 2022. Judulnya adalah “Denny Siregar: PENJAGA KEDAMAIAN”.
KESIMPULAN
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Heboh Video Viral! Arya Saloka Paksa Amanda Manopo Lakukan Hubungan di Dalam Mobil hingga Menjerit?
-
CEK FAKTA : Putri Candrawati Keenakan di Kamar, Aksi Bejat dengan Kuat Ma'ruf Terungkap?
-
Cek Fakta: Hotman Paris Malu dan Kecewa Raffi Ahmad Jadi Target Utama KPK, Benarkah?
-
CEK FAKTA Video Letusan Dahsyat Gunung Merapi April 2023
-
Cek Fakta: Pagi Ini, Jenazah Ferdy Sambo Dibawa ke Gereja Sebelum Dikebumikan, Benarkah?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bupati Mimika Johannes Rettop Raih KWP Award 2026, Kepala Daerah Paling Inovatif
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas