Kebanjiran Paket
Momentum Lebaran Idul Fitri membuat semangat berbelanja masyarakat meningkat. Sehingga jasa pengiriman atau ekspedisi kebanjiran orderan.
Paket yang menunpuk di gudang penyimpanan membuat para kurir kesulitan dalam mensortir paket mereka.
“Buat jalan aja susah, bener-bener gak ada ruang kosong.”
Paket barang menumpuk di dalam gudang, membuat Khadafi terpaksa mensortir barang di belakang area gudang.
Gudang berukuran sekitar 10x15 meter itu penuh sesak. Terlebih ukuran paket yang terkadang besar cukup memakan banyak tempat.
Sebelum melakukan pengiriman, kurir biasanya melakukan sortir barang. Hal itu untuk memudahkan mereka dalam pengantaran.
Paket-paket tersebut disortir berdasarkan alamat domisi pengiriman. Setelahnya barulah paket tersebut diantar ke rumah pemesan yang tertera.
Para kurir dipacu terus berlomba dengan waktu untuk mengantarkan paket. Pasalnya bonus menggiurkan dijanjikan bagi setiap kurir yang melewati batas pengiriman.
Baca Juga: Nursyah Tak Mau Sebut Anak Arie Kriting Cucu, Hanya Anak Indah Permatasari
“Kalau sebulan kita target 2.400 paket. Kalau sebelum tanggal 25 batas itu udah lebih maka ada bonus. Satu paket bonus Rp 1.200,” tuturnya.
Kostumer COD
Dalam praktikya, mengantarkan paket tidak semudah yang diperkirakan banyak orang. Tidak semua orang kini membeli barang lewat online menggunakan metode transaksi digital.
Banyak pelanggan Khadafi yang senang menggunakan metode pembayaran di tempat alias Cash on Delivery (COD).
Khadafi berpendapat jika metode pembayaran ini memakan waktu yang cukup ekstra lantaran ia harus menunggu pemesan paket membayar paketnya.
“Kalau COD cukup makan waktu, karena kami kan harus nunggu orangnya keluar. Kadang kalau orangnya lagi gak di rumah terpaksa harus balik lagi besok atau paket di reschedule,” ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri