Suara.com - Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di Myawaddy, Myanmar akan segera dituntaskan oleh pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kasus itu telah melibatkan 20 orang WNI sebagai korban.
Situasi itu juga telah membuat KBRI Yangon dan KBRI Bangkok bekerjasama mendesak pemerintah Myanmar agar dapat membebaskan para WNI yang terjebak di Myawaddy.
Kemenlu juga mendesak otoritas Myanmar untuk segera menangkap para pelaku TPPO, di mana mereka diketahui seringkali menjebak korban melalui situs online.
Duduk perkara dari kasus ini berawal ketika dua orang yang diduga sebagai pelaku TPPO mencoba menjebak para WNI dengan menawarkan pekerjaan di Myanmar.
Para pelaku yang sudah memiliki jaringan internasional mulai melancarkan aksinya dengan memberikan beragam fasilitas, seperti akomodasi hingga pengarahan kepada para WNI untuk meyakinkan mereka.
Namun, sesampainya di Myanmar, para WNI ini bukan mendapatkan pekerjaan sesuai yang dijanjikan oleh pelaku. Para WNI justru disekap, disiksa, diperbudak hingga diperjualbelikan di Myanmar selayaknya budak.
Berita soal penyiksaan dan penyekapan ini pun tersebar di media sosial, termasuk video para WNI yang disekap oleh pelaku TPPO tersebut.
Kondisi tersebut membuat Kemenlu bergerak cepat untuk segera melakukan evakuasi para WNI yang disekap di Myanmar. Parahnya, Myawaddy sendiri sudah dikenal sebagai daerah konflik di Myanmar dan membahayakan keselamatan para WNI.
Salah satu keluarga korban WNI yang disekap di Myanmar mengaku anggota keluarganya sudah diancam oleh pelaku agar tidak kembali ke Indonesia. Nyawa mereka menjadi taruhan jika sampai berani keluar dari zona penyekapan.
Baca Juga: Cetak Dua Gol Saat Cukur Myanmar 5-0, Ramadhan Sananta: Gol Ini Buat Bangsa dan Orang Tua Saya
Pemerintah pun kini menyiasati evakuasi dengan otoritas setempat untuk melakukan skenario penyelamatan di Myanmar.
Namun, Diplomat Muda Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu, Rina Komaria yang sempat melakukan pendampingan kepada pihak korban mengaku mengalami kesulitan dalam melancarkan skenario.
Hal ini disebabkan karena lokasi penyekapan merupakan daerah konflik sehingga pemerintah setempat pun juga sulit melakukan komunikasi.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Cetak Dua Gol Saat Cukur Myanmar 5-0, Ramadhan Sananta: Gol Ini Buat Bangsa dan Orang Tua Saya
-
Gacor! Akhir Pekan ala Timnas Indonesia U-22 di Jeda Waktu SEA Games 2023
-
Usai Dibantai, Pelatih Myanmar Justru Peringatkan Timnas Indonesia Lawan Thailand dan Kamboja
-
Kisah Risma Berhasil Keluar dari Zona Bahaya Konflik Militer Sudan
-
Menang Lawan Myanmar, Indra Sjafri Masih Belum Temukan Dream Team Indonesia di Ajang SEA Games 2023
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi