Suara.com - Sosok pejabat Pemerintah Kota alias Pemkot Medan berinisial LM terekspos hobi flexing alias pamer harta kekayaan. Setelah ditelusuri, sosok tersebut tak lain adalah Linda Mora.
Linda Mora ternyata juga merupakan anak dari Rahudman Harahap yang merupakan eks Wali Kota Medan sekaligus sosok terdakwa kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) tahun 2005.
Adapun Linda Mora diekspos oleh akun media sosial @cctv_mdan memiliki beberapa barang mewah yang tak wajar dimiliki oleh seorang pejabat publik.
Bukan main, akun tersebut merinci nominal harga tas milik Linda Mora yang mencapai belasan juta Rupiah.
"Tas yang ia unggah dengan merek terkenal tersebut dibanderol mulai dari harga Rp 8.500,000 rupiah hingga harga Rp 19.359.000 rupiah," tulis narasi akun @cctv_medan, Rabu (3/5/2023).
Lantas, seperti apa karier dari sosok putri eks Walkot Medan ini?
Profil Linda Mora: Anak Walkot Medan, dapat jabatan di Pemkot
Linda Mora kini diamanahkan jabatan Kabid Perindustrian Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan.
Sayangnya, tak banyak informasi tentang Linda Mora selain fakta bahwa ia adalah putri dari Rahudman Harahap.
Kala diberitakan punya gaya hidup yang serba hedon, Linda berkelit bahwa tas-tas mewah yang ia miliki merupakan pemberian sang ayah. Linda juga mengaku bahwa foto tersebut adalah foto lama yang ia ambil pada 2014 lalu.
Ia juga mengaku bahwa rekan-rekan kerja di kantornya tak pernah melihat dirinya membawa tas ke kantor. Linda mengaku bahwa kini ia tak suka lagi dengan tas-tas lama tersebut.
Terkait dengan unggahan yang viral di media sosial, Linda menduga bahwa ada sosok yang sengaja memanfaatkan momentum gelombang tereksposnya pejabat 'nakal' untuk menjatuhkan dirinya.
Linda juga melabrak akun yang mengunggah foto tersebut dan menuding bahwa dirinya dibayar untuk menjatuhkannya.
"Kau di bayar Rp 300 ribu aja arti latepost gak tau.. belajar dulu baru sok mau komentarin orang," ketus Linda.
Padahal, Linda sebelumnya telah merinci di keterangan unggahan tersebut bahwa foto tersebut adalah foto lama.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Terbitkan Surat Edaran Minta ASN Tidak Flexing
-
Menengok Isi Garasi Selvy Mandagi, Pejabat DKI yang Dicopot usai Pamer Nginep di Kempinski Rp 27 Juta
-
5 'Borok' AKBP Achiruddin yang Terungkap Usai Kasus Anaknya Viral: Hobi Flexing sampai Punya Gudang BBM Ilegal
-
Tegas! Pakar Fashion Sebut Pejabat Flexing Barang Mewah Impor Tindakan Kriminal
-
Ragam Aksi Kadis PUPR Ismail Hakim yang 'Nodai' Kabupaten Empat Lawang
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat